![]() |
| Kelas pelatihan kecerdasan artifisial (AI) khusus bagi tenaga pendidik bertajuk AI Goes to School. |
Kegiatan ini
merupakan bagian dari inisiatif nasional MAFINDO yang bertujuan mendampingi
10.000 guru di 40 kota dalam kurun 18 bulan, dengan dukungan pendanaan dari
Google.org, AVPN, dan Asian Development Bank (ADB).
Kepala Dinas
Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Faturachman dan Sekretaris Dinas, Asep
Permana, secara resmi membuka acara.
Dalam sambutannya, mereka mendorong para guru untuk berinovasi dalam
pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi AI.
“Bekasi harus
adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dengan dukungan AI, guru dapat
menghadirkan pembelajaran yang inovatif sekaligus melindungi siswa dari bahaya
misinformasi,” tegas Budi Indaryadi, Koordinator Wilayah MAFINDO Bekasi, yang
juga hadir dalam kesempatan tersebut.
Para peserta
tidak hanya mendapat teori dasar tentang AI, tetapi juga panduan praktis dari
dua narasumber ahli, Kristien Mey Triyana dan Ananda S. Maulidia. Materi yang
dibahas mencakup etika penggunaan AI, teknik menyusun perintah (prompt
engineering) yang efektif, serta cara mengintegrasikan alat-alat AI ke dalam
aktivitas belajar mengajar, pengelolaan kelas, dan tugas administrasi.
“Melalui program
ini, guru di Bekasi dapat memanfaatkan AI bukan hanya sebagai teknologi, tetapi
juga sebagai alat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan literasi digital
siswa,” jelas Kristien Mey Triyana.
Sebagai tindak
lanjut, para guru juga dikenalkan dengan platform Learning Management System
(LMS) untuk mengakses materi pelatihan secara fleksibel. Diharapkan, pelatihan
ini dapat membekali guru dengan keterampilan baru untuk menciptakan ekosistem
pendidikan yang lebih inovatif, relevan, dan siap menghadapi dinamika era
digital. (Gud)


