![]() |
| Dr. Siti Mukhliso, M.Ag. |
A. Universalitas Islam: Risalah untuk Seluruh Manusia
Universalitas Islam (syumūliyyah al-Islām) menunjukkan bahwa ajaran Islam tidak terbatas pada ruang, waktu, suku, bangsa, maupun kelompok tertentu. Islam hadir sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia dan membawa nilai-nilai yang relevan sepanjang zaman.
Allah SWT berfirman:
"Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada seluruh umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan." (QS. Saba': 28)
Universalitas Islam tercermin dalam nilai-nilai:
- Tauhid (ketuhanan)
- Keadilan ('adalah)
- Kemanusiaan (insaniyyah)
- Persaudaraan (ukhuwah)
- Perdamaian (salam)
- Kemaslahatan (maslahah)
- Kesetaraan martabat manusia
Karena bersifat universal, Islam mampu berdialog dengan berbagai budaya, peradaban, dan realitas sosial tanpa kehilangan prinsip-prinsip dasarnya.
───
B. Moderasi Beragama sebagai Manifestasi Universalitas Islam
Moderasi beragama (wasathiyyah) merupakan cara menghadirkan nilai universal Islam dalam kehidupan nyata. Universalitas Islam membutuhkan pendekatan yang adil, seimbang, dan bijaksana agar dapat diterima serta membawa manfaat bagi seluruh manusia.
Allah SWT berfirman:
"Dan demikianlah Kami jadikan kamu umat pertengahan (ummatan wasathan)." (QS. Al-Baqarah: 143)
Makna ummatan wasathan bukan sekadar berada di tengah, tetapi menjadi umat yang:
- Adil dalam bersikap.
- Seimbang dalam bertindak.
- Terbuka terhadap dialog.
- Menolak ekstremisme.
- Mengedepankan kemaslahatan.
Dengan demikian, moderasi beragama adalah jalan praktis untuk mewujudkan universalitas Islam sebagai rahmatan lil 'alamin.
───
C. Dimensi Universalitas Islam dalam Moderasi Beragama
1. Dimensi Teologis
Islam mengajarkan keyakinan yang kuat kepada Allah tanpa harus merendahkan keyakinan orang lain.
Moderasi beragama mengajarkan:
- Teguh dalam akidah.
- Santun dalam berdakwah.
- Menghormati kebebasan beragama.
2. Dimensi Kemanusiaan
Semua manusia memiliki martabat yang sama sebagai ciptaan Allah.
Moderasi beragama diwujudkan dengan:
- Menghargai hak asasi manusia.
- Membantu siapa pun tanpa diskriminasi.
- Menolak kebencian dan kekerasan.
3. Dimensi Sosial
Islam mendorong terciptanya kehidupan sosial yang harmonis.
Moderasi beragama tampak dalam:
- Gotong royong.
- Dialog lintas kelompok.
- Penyelesaian konflik secara damai.
4. Dimensi Kebangsaan
Islam menghargai perjanjian sosial dan kehidupan bernegara.
Moderasi beragama diwujudkan melalui:
Komitmen terhadap NKRI.
Ketaatan pada konstitusi.
Menjaga persatuan bangsa.
5. Dimensi Peradaban
Islam mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan pembangunan peradaban.
Moderasi beragama mendorong:
- Literasi dan pendidikan.
- Inovasi dan kreativitas.
- Kolaborasi dalam membangun masyarakat.
───
D. Perspektif Sosiologi Profetik Kuntowijoyo
Hubungan universalitas Islam dan moderasi beragama dapat dijelaskan melalui tiga pilar sosiologi profetik:
Humanisasi (Amar Ma'ruf)
Memanusiakan manusia melalui:
- Keadilan
- Toleransi
- Persaudaraan
- Penghormatan terhadap martabat manusia
- Liberasi (Nahi Munkar)
Membebaskan manusia dari:
- Kekerasan
- Diskriminasi
- Fanatisme sempit
- Ketidakadilan sosial
- Transendensi (Tu'minuna Billah)
Menjadikan nilai ketuhanan sebagai dasar:
- Moralitas publik
- Kemaslahatan bersama
- Kehidupan yang damai dan bermartabat
───
E. Narasi Konten Moderasi Beragama
"Universalitas Islam mengajarkan bahwa Islam hadir untuk seluruh manusia tanpa membedakan suku, bangsa, maupun latar belakang. Nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, perdamaian, dan kemaslahatan merupakan pesan universal yang dibawa Rasulullah SAW. Moderasi beragama menjadi cara terbaik menghadirkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan nyata. Dengan moderasi, umat Islam tetap teguh dalam akidah, tetapi terbuka dalam pergaulan sosial; kokoh dalam prinsip, namun santun dalam interaksi. Inilah wajah Islam rahmatan lil 'alamin yang membangun peradaban, menjaga persatuan, dan menghadirkan kedamaian bagi seluruh umat manusia."
Rumusan Singkat
Universalitas Islam adalah substansi, sedangkan moderasi beragama adalah strategi implementasinya. Universalitas Islam menjelaskan nilai yang harus diwujudkan, sementara moderasi beragama menjelaskan cara mewujudkannya dalam masyarakat yang majemuk. (*)


