![]() |
| Tokoh Pemuda Kota Bekasi, Nicodemus Godjang. |
Pria yang akrab disapa Nico ini menyoroti kinerja dan tanggung jawab Karang Taruna. Menurutnya, seharusnya Karang Taruna memiliki peran yang lebih besar, terutama dalam membantu Pemerintah Kota Bekasi mengatasi persoalan kepemudaan hingga perlindungan anak.
"Jangan berorganisasi hanya untuk kepentingan pribadi atau sekadar duduk nyaman di kursi kepengurusan. Masyarakat butuh karya nyata," ujar mantan anggota DPRD Kota Bekasi ini, Sabtu (20/6/2026).
Kritik ini mempertanyakan laporan pertanggungjawaban (LPJ) pengurus Karang Taruna selama ini. Ia menilai, permasalahan LPJ yang tidak sesuai kegiatan kerap menjadi masalah internal organisasi kepemudaan, sehingga perlu adanya transparansi dan audit yang jelas kepada masyarakat.
"Kalau memang selama ini kontribusinya tidak terlihat, itu pertanda besar ada yang salah dengan pengelolaan organisasi. Harus ada laporan pertanggungjawaban yang jelas kepada publik. Karang Taruna harus membantu menyelesaikan masalah sosial, termasuk perundungan anak dan pelatihan wirausaha pemuda," ujar dia.
Nico mencontohkan bahwa Karang Taruna bisa berkontribusi melalui pelatihan kepemudaan, penguatan ekonomi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berbasis digital marketing, serta advokasi bagi pelajar yang menjadi korban perundungan atau bullying. Ia menekankan bahwa peran pendampingan anak dan remaja tidak boleh hanya bergantung pada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
"Karang Taruna punya posisi strategis untuk menjadi motor penggerak pembangunan sosial. Karang Taruna harusnya memiliki program yang kreatif dan terukur, jangan hanya menjadi kegiatan seremonial," tegas mantan Ketua Bapemperda DPRD Kota Bekasi itu. (gud)


