‎Resapi Hidup Jangan Caci Maki Hidup, Milad ke-19 Majelis Singa Rasulullah dan 1 Muharam 1448 H - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

‎Resapi Hidup Jangan Caci Maki Hidup, Milad ke-19 Majelis Singa Rasulullah dan 1 Muharam 1448 H

Prakata.com – Majelis Singa Rasulullah menggelar peringatan hari lahir (milad) ke-19 sekaligus menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 H di sekretariat majelis yang berlokasi di Jalan Karang Satria, Kampung Kompa, RT 005 RW 006, Kelurahan Karang Satria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Senin malam (15/6/2026).

‎Acara yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin pendiri majelis, Kyai Singa Rasulullah dan dihadiri puluhan jamaah dan pengurus majelis. Rangkaian kegiatan meliputi pembacaan shalawat, tausiyah agama, serta doa bersama menyambut tahun baru Islam.

‎Ketua Majelis Singa Rasulullah, Muhammad Atto, dalam sambutannya menegaskan pentingnya introspeksi diri di tahun baru Islam. Ia mengajak seluruh jamaah untuk meresapi setiap proses kehidupan tanpa menyakiti sesama.

‎"Resapi hidup, jangan caci maki hidup. Ini bukan sekadar tema, tetapi pegangan bagi kita semua. Setiap napas adalah ujian, maka jangan kita isi kehidupan ini dengan kebencian dan caci maki, karena hidup ini terlalu singkat untuk diisi dengan permusuhan," ujar Muhammad Atto.
Pemotong kue milad oleh pendiri Majelis Singa Rasulullah dan Ketua Majelis.

Muhammad Atto juga menyampaikan rasa syukur karena milad ke-19 bertepatan dengan momen sakral 1 Muharam. Ia berharap Majelis Singa Rasulullah terus menjadi tempat berlindung dan menimba ilmu bagi masyarakat Bekasi dan sekitarnya.


‎"Alhamdulillah, usia ke-19 ini kami hadir di tengah masyarakat dengan semangat baru. Mari jadikan tahun baru Islam ini sebagai titik balik untuk menjadi pribadi yang lebih baik, baik dari segi ibadah maupun akhlak kepada sesama," imbuhnya.

Peringatan milad dan Tahun Baru Islam tersebut berlangsung aman dan lancar hingga pukul 22.00 WIB. Jamaah tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara yang ditutup doa bersama untuk keselamatan umat Islam.

Dalam sejarah sejak awal berdirinya, Majelis Singa Rasulullah pada 1997 bernama P
adepokan Singa Mataram. Selanjutnya pada Tahun 2000 menjadi Padepokan Laskar Singa Rasulullah, dan pada 2007 menjadi Majelis Singa Rasulullah hingga sekarang. (gud)