![]() |
| Presiden Prabowo Subianto (kiri) saat memimpin rapat tertutup di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. |
Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, dalam
pernyataan resminya mengungkapkan bahwa salah satu pokok pembahasan utama
adalah akselerasi program hilirisasi. Menurutnya, kebijakan ini dinilai krusial
sebagai upaya mendorong peningkatan nilai tambah komoditas sumber daya alam
nasional, memperkokoh iklim investasi, serta memperluas dampak ekonomi bagi
masyarakat luas.
“Hilirisasi yang dipercepat merupakan langkah strategis guna
memaksimalkan potensi sumber daya alam di tanah air, sekaligus memperkuat
investasi dan menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia,”
ujar Teddy mengutip arahan Presiden.
Di samping itu, Presiden Prabowo juga menerima laporan
progres pelaksanaan instruksinya mengenai penataan dan penyederhanaan badan
usaha milik negara (BUMN). Sejauh ini, sebanyak 290 BUMN telah resmi ditutup,
dan langkah ini disebut telah berhasil menghemat anggaran negara hingga Rp50
triliun.
Proses konsolidasi BUMN akan terus berlanjut dengan rencana
penutupan sedikitnya 700 BUMN lain hingga akhir Desember 2026. Target ini
merupakan bagian dari upaya perampingan struktur perusahaan pelat merah agar
lebih efisien. Dari restrukturisasi ini, pemerintah memproyeksikan potensi
penghematan anggaran mencapai Rp100 triliun.
Presiden Prabowo menekankan bahwa seluruh proses penataan
harus dilakukan secara terencana dan komprehensif. Kebijakan ini diarahkan
untuk membentuk BUMN yang lebih ramping, sehat secara keuangan, profesional
dalam pengelolaan, serta mampu memberi sumbangan maksimal bagi perekonomian
nasional.
“Bapak Presiden menegaskan bahwa penataan BUMN harus
berlangsung secara terukur dan menyeluruh, agar tercipta struktur perusahaan
negara yang efisien, kredibel, dan profesional, serta dapat memberikan
kontribusi optimal bagi pembangunan ekonomi,” tambah Teddy.


