‎Pemkot Bekasi Gelar Pelatihan Hak Asasi Manusia, Peserta dari Berbagai Elemen ‎ - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

‎Pemkot Bekasi Gelar Pelatihan Hak Asasi Manusia, Peserta dari Berbagai Elemen ‎

Foto bersama pembukaan kegiatan Pelatihan Kota Hak Asasi Manusia (HAM) oleh Pemerintah Kota Bekasi.
Prakata.com – Pemerintah Kota Bekasi melalui Sekretaris Daerah, Junaedi, secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Kota Hak Asasi Manusia (HAM) yang berlangsung selama tiga hari hingga 3 September 2026. Sebanyak 25 orang peserta yang terdiri dari aparatur pemerintah daerah, kalangan akademisi, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan turut ambil bagian dalam program peningkatan kapasitas ini.
‎Pelatihan yang diselenggarakan di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi tersebut merupakan langkah strategis untuk memperdalam wawasan serta mengimplementasikan pendekatan berbasis HAM dalam setiap aspek penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
‎Dalam pidato pembukaannya, Junaedi mengungkapkan bahwa sebagai wilayah metropolitan dengan pertumbuhan pesat dan kompleksitas sosial yang tinggi, Kota Bekasi menghadapi tantangan besar dalam mengelola pembangunan yang tidak semata berfokus pada infrastruktur fisik. Menurutnya, kemajuan daerah harus selaras dengan jaminan pemenuhan hak-hak fundamental seluruh lapisan masyarakat.
‎"Pemerintah daerah memegang peran sentral dalam menjalankan amanat negara untuk menjunjung tinggi, melindungi, serta memenuhi hak asasi manusia. Maka dari itu, setiap kebijakan pembangunan, sistem pelayanan publik, pengelolaan sumber daya alam, hingga upaya perlindungan terhadap kelompok rentan dan disabilitas wajib mengacu pada nilai-nilai HAM," tegas Junaedi pada Selasa (1/9/2026).
‎Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa program pelatihan ini menjadi momen krusial bagi peningkatan kompetensi aparatur agar mampu menerjemahkan prinsip-prinsip HAM ke dalam kebijakan dan layanan yang nyata. Di sisi lain, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong sinergi antara pemerintah, pegiat hak asasi, akademisi, dan komunitas sipil di Kota Bekasi.
‎Junaedi juga menekankan bahwa tata kelola pemerintahan yang ideal adalah yang responsif, inklusif, dan berkeadilan. Melalui pendekatan tersebut, setiap regulasi dan program yang diluncurkan diharapkan tidak hanya berdampak positif, tetapi juga menjamin hak setiap warga tanpa adanya perlakuan diskriminatif.
‎"Dalam tiga hari ke depan, para peserta akan memperoleh kesempatan berharga untuk berdialog, mengkaji secara mendalam berbagai instrumen HAM, serta merancang langkah tindak lanjut bagi kemajuan Kota Bekasi. Saya harapkan seluruh hadirin dapat mengikuti setiap sesi dengan serius, aktif, dan antusiasme yang tinggi," imbuhnya.
‎Pelatihan Kota HAM ini tidak hanya berorientasi pada penguatan pengetahuan teoretis, tetapi juga ditargetkan mampu melahirkan aksi-aksi konkret yang teraplikasi dalam tugas keseharian aparatur dan pelayanan kepada publik.
‎Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai HAM semakin membumi dalam setiap sendi pembangunan Kota Bekasi, sehingga tercipta pemerintahan yang lebih manusiawi, berkeadilan, dan berpihak pada pemenuhan hak-hak seluruh masyarakat. (gud)

Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel