‎Jadi Korban Fitnah, Ibu Ini Sebut Istri Anggota DRPD Kota Bekasi Misbahudin Busuk - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

‎Jadi Korban Fitnah, Ibu Ini Sebut Istri Anggota DRPD Kota Bekasi Misbahudin Busuk

Tangkapan layar video audiensi Komisi IV DPRD Kota Bekasi terkait dugaan perundungan di Unity School.
Prakata.com - Polemik dugaan bullying atau perundungan yang dilontarkan Anggota DRPD Kota Bekasi Misbahudin dan istrinya urung berujung. Belum ada klarifikasi maupun permintaan maaf dari Komisi IV terkait isu bullying yang berindikasi ke arah fitnah.
‎Meski demikian tidak ada lagi keberanian dari para anggota Komisi IV yang terlibat dalam audiensi untuk terus mendorong penutupan sekolah Unity School, atau mempersoalkan perizinan. Di sisi lain, tidak terlihat rasa bersalah dan itikad untuk meminta maaf.
‎Selain menimbulkan tanda tanya besar terkait motif di balik audiensi, fakta unik pun bermunculan. Seorang ibu selaku orang tua siswa SD Unity School, Puput, mengaku telah menjadi korban fitnah dari istri Misbahudin. Anaknya difitnah bertindak kriminal hingga depresi dan hampir bunuh diri.
‎"Kalau saya sekarang, saya sudah tidak perduli dengan dia ya, tapi saya dapat cerita banyak masalah yang dia lakukan di sekolah, saya makanya bilang oh ternyata orang ini busuk," ujarnya, dikutip dari Video pada Rabu (2/9/2026).
‎Menurutnya, jika memang terjadi konflik antarsiswa ketika bermain di sekolah seharusnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Kedua belah pihak orang tua dan siswa masing-masing dipertemukan untuk didamaikan.
‎"Tetapi orang tua yang tidak waras mempermasalahkan ke DPRD itu kan bisa disebut waras atau tidak? Kalau saya sebagai orang tua ketemu dengan orang tua, gentle, kita salah kita minta maaf, selesai," ujarnya.
‎Kali ini ia mengaku tidak terima, pasalnya hoax bullying muncul ke publik dilontarkan istri Misbahudin hingga ke meja audiensi dengan Komisi IV DPRD Kota Bekasi. Bahkan membuat orang tua siswa resah dengan dorongan penutupan sekolah.
‎"Permasalahan anak dibawa ke ranah DPRD karena dia memakai nama suami untuk anggota DPRD, saya nggak terima," tegasnya.
‎Puput mengungkapkan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan adanya perundungan pecahnya tumbler yang menimpa anak dari istri Misbahudin. 
‎Hal yang sama juga terjadi ketika anaknya dituduh mencocokkan pensil ke mata temannya saat masih kelas I, sekelas dengan anak dari Misbahudin saat itu. Akibatnya anak yang menjadi korban fitnah menjadi murung dan dikucilkan.
‎"Anak saya pun juga karena sering difitnah sampai anak saya mau melompat dari lantai dua," sesalnya.
‎Ia bersyukur setelah kelas II akhirnya kelas mereka dipisahkan, hingga sekarang sudah kelas IV. Kegiatan belajar anaknya pun bisa kembali fokus dan bisa bermain dengan teman sebayanya dengan riang.
‎Meski telah membuat gaduh dan menimbulkan keresahan, tidak ada itikad baik dari Anggota DRPD Kota Bekasi dari Fraksi Gerindra, Misbahudin, untuk memberikan klarifikasi.
‎Apakah pria yang akrab disapa Misbah ini akan terus mempertahankan prinsipnya dengan tudingan bullying hingga evaluasi sekolah bersama rekan di Komisi IV, atau mengaku salah. (gud)

Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel