Peringatan Maulid Nabi di At-Taqwa, Menag Ajak Umat Teladani Perjuangan Rasulullah SAW - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Peringatan Maulid Nabi di At-Taqwa, Menag Ajak Umat Teladani Perjuangan Rasulullah SAW

Menteri Agama Nasaruddin Umar, saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami' At-Taqwa.
Prakata.com – Suasana religius menyelimuti Masjid Jami' At-Taqwa di Kampung Ujung Harapan, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, saat Yayasan Pondok Pesantren At-Taqwa menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah pada Selasa (25/8/2026). Acara tahunan ini mendapat kehormatan dengan kehadiran Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar.

Dalam orasi keagamaannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan kekagumannya terhadap antusiasme luar biasa dari para jamaah yang memadati masjid. Menurutnya, gelombang manusia yang hadir dalam peringatan kelahiran Baginda Rasul ini merupakan cerminan nyata dari berkah yang melimpah serta bukti cinta mendalam umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW.

"Setiap kali saya berkunjung ke Pondok Pesantren At-Taqwa, selalu saya saksikan lautan jamaah yang memenuhi ruangan. Yayasan At-Taqwa telah menjadi bagian dari keluarga besar saya, karena itulah saya selalu berusaha meluangkan waktu untuk hadir di sini," tutur Nasaruddin dengan penuh haru.

Menag RI menegaskan bahwa momentum Maulid Nabi bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momen sakral untuk merefleksikan sosok Rasulullah Muhammad SAW sebagai uswatun hasanah—teladan agung yang tak tertandingi sepanjang masa. Beliau mengingatkan bahwa Pondok Pesantren At-Taqwa Bekasi memiliki akar sejarah yang kuat, didirikan oleh sosok ulama sekaligus Pahlawan Nasional KH. Noer Ali.

"Rasulullah SAW adalah figur teladan dunia yang tidak mungkin terkalahkan oleh siapapun. Kepadatan jamaah dalam peringatan ini bukanlah kebetulan, melainkan pertanda bahwa keberkahan senantiasa menyertai," ungkapnya.

Lebih lanjut, Nasaruddin menguraikan keistimewaan perjalanan hidup Rasulullah yang penuh dengan peristiwa monumental yang terjadi pada tanggal 12 Rabiul Awal. Ia mengajak seluruh umat Islam untuk tidak hanya merayakan kelahiran Nabi, tetapi juga mendalami nilai-nilai perjuangan dan keteladanan yang beliau wariskan sepanjang hayat.

"Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern justru semakin mengukuhkan relevansi ajaran Islam. Al-Qur'an dan hadis Nabi Muhammad SAW adalah sumber ilmu yang tak pernah habis untuk dikaji, seiring dengan kemajuan peradaban manusia," jelas Menag RI di hadapan ribuan jamaah.

Sementara itu, Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren At-Taqwa, KH. Irfan Mas'ud, dalam sambutannya menyatakan bahwa peringatan Maulid Nabi tahun ini digelar dengan tujuan memperkokoh nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat, sekaligus mengenang kembali jejak sejarah perjuangan para ulama dan tokoh yang telah berkontribusi besar dalam pembangunan sosial serta perjalanan sejarah Kabupaten Bekasi.

"Seluruh nilai luhur yang telah ditanamkan oleh KH. Noer Alie dan para ulama pendahulu kami, akan terus kami istiqomahkan, kami lanjutkan, dan kami kembangkan. Yayasan At-Taqwa berkomitmen untuk rutin menggelar peringatan Maulid Nabi setiap tanggal 12 Rabiul Awal sebagai wujud cinta kami kepada Baginda Rasulullah SAW," tegas KH. Irfan Mas'ud.

Dalam kesempatan yang sama, KH. Irfan Mas'ud mengungkapkan bahwa At-Taqwa tepat pada 6 Agustus 2026 lalu telah genap berusia 70 tahun. Lembaga pendidikan keagamaan ini didirikan oleh almarhum KH. Noer Alie dengan visi mulia untuk membangun peradaban masyarakat Bekasi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa Indonesia.

KH. Irfan Mas'ud menambahkan bahwa bulan Agustus memiliki makna istimewa bagi keluarga besar At-Taqwa. Selain menjadi bulan berdirinya yayasan, Agustus juga berkaitan erat dengan sejarah perjuangan dan pembentukan Kabupaten Bekasi.

"Kami bertekad terus mengembangkan Bekasi sebagai wilayah yang bernuansa religius, sembari tetap menjaga penghormatan kepada tokoh perjuangan, almarhum Pahlawan Nasional KH. Noer Alie. Tepat 70 tahun yang lalu pada 6 Agustus 2026, Pondok Pesantren ini didirikan sebagai cikal bakal peradaban," terangnya.

Irfan Mas'ud menjelaskan bahwa KH. Noer Alie bersama para pejuang kemerdekaan lainnya turut ambil bagian dalam proses pembentukan Kabupaten Bekasi pada 15 Agustus 1950. Perjuangan heroik tersebut, kata dia, menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah panjang masyarakat Bekasi dalam memperjuangkan identitas dan posisi daerahnya sebagai bagian dari Provinsi Jawa Barat.

"KH. Noer Alie membangun lembaga ini tidak hanya untuk kepentingan sesaat, tetapi untuk membangun Bekasi dan berkontribusi bagi bangsa Indonesia melalui pembangunan daerah. Bulan Agustus bagi kami adalah bulan yang istimewa—bagi warga At-Taqwa, bagi warga Bekasi, dan bagi seluruh warga bangsa Negara Kesatuan Republik Indonesia," pungkas KH. Irfan Mas'ud dengan penuh semangat kebangsaan. (gud)

Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel