![]() |
| Para pencari kerja berburu peluang di Job Fair Future Connect 2026 Bandung Utara. |
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung, Yayan
Ahmad Brilyana, menyampaikan bahwa kegiatan bursa kerja ini merupakan salah
satu langkah strategis pemerintah dalam menjembatani kebutuhan rekrutmen
perusahaan dengan para pencari kerja, baik melalui tatap muka langsung maupun
kanal digital.
"Kegiatan seperti ini kami selenggarakan secara rutin
hampir setiap bulan, dengan format daring dan luring. Tujuannya adalah untuk
mempertemukan pencari kerja dengan pemberi kerja, sehingga akses masyarakat
terhadap peluang pekerjaan semakin terbuka, dan perusahaan pun lebih mudah
mendapatkan tenaga kerja yang dibutuhkan," jelas Yayan.
Yayan menambahkan, perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi
dalam job fair kali ini mencakup beragam sektor industri, seperti perbankan,
teknologi, hingga lembaga pelatihan kerja. Beberapa di antaranya bahkan membuka
lowongan dalam jumlah besar. Sebagai contoh, Bank bjb menyediakan sekitar 50
posisi, sementara BCA membutuhkan kurang lebih 700 tenaga kerja baru.
Namun demikian, Yayan mengungkapkan adanya sejumlah catatan
dari dunia usaha terkait dengan karakteristik pencari kerja dari kalangan
generasi muda. Banyak perusahaan yang mengeluhkan tingginya ekspektasi pelamar
yang menginginkan posisi nyaman dan gaji besar tanpa melalui jenjang karier
dari bawah.
"Tidak ada pekerjaan yang langsung memberikan jabatan
tinggi dan upah besar tanpa proses. Kita semua harus melewati tahapan demi
tahapan, dari posisi awal terlebih dahulu," tegasnya.
Menanggapi berbagai komentar warganet yang menyebut job fair
hanya seremonial belaka, Yayan menegaskan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat
nyata. Kehadiran perusahaan-perusahaan besar dalam acara tersebut bukan tanpa
alasan, melainkan karena mereka benar-benar membutuhkan talenta-talenta terbaik
untuk mendukung kelangsungan bisnis mereka.
"Kami pastikan ini bukan sekadar formalitas. Perusahaan
yang hadir adalah perusahaan bonafide yang tengah mencari tenaga kerja baru
secara serius," ujarnya.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Disnaker Kota Bandung
mencatat sebanyak 610 pencari kerja telah berhasil terserap melalui berbagai
job fair sebelumnya. Angka tersebut diperoleh dari laporan perusahaan yang
masuk melalui sistem e-layanan ketenagakerjaan bernama New Bimma.
Tak hanya berfokus pada masyarakat umum, Disnaker juga
gencar mendorong perusahaan untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja
disabilitas. Hingga saat ini, jumlah penyandang disabilitas yang telah bekerja
mencapai 554 orang.
"Kami mengapresiasi perusahaan-perusahaan yang secara
konsisten memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas. Target kami masih
harus terus dikejar ke depan," ucap Yayan.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi,
memberikan apresiasi atas terselenggaranya job fair yang dinilai sebagai wadah
strategis dalam menghubungkan dunia usaha dengan calon tenaga kerja.
Menurutnya, isu ketenagakerjaan masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan
daerah yang membutuhkan sinergi lintas sektor.
Asep juga menekankan bahwa keberhasilan dalam dunia kerja
saat ini tidak cukup hanya berbekal ijazah, melainkan juga ditunjang oleh
kemampuan adaptasi, kreativitas, kedisiplinan, serta kemauan untuk terus
belajar. Dunia kerja modern menuntut sumber daya manusia yang tangguh dan siap
bersaing di tengah perubahan yang dinamis.
Lebih lanjut, Asep mengajak generasi muda Kota Bandung agar
tidak hanya berfokus pada status sebagai pencari kerja, tetapi juga mulai
melirik peluang wirausaha sebagai langkah mandiri dalam menciptakan lapangan
pekerjaan baru.


