‎Anggota Dewan PSI Yenny Kristianti Diapresiasi Warga, Dewan yang Lain Kemana? - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

‎Anggota Dewan PSI Yenny Kristianti Diapresiasi Warga, Dewan yang Lain Kemana?

Foto bersama kegiatan reses jaring aspirasi warga bersama Anggota DRPD Kota Bekasi, Yenny Kristianti, Minggu (12/7/2026) malam.
Prakata.com – Anggota DPRD Kota Bekasi dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Yenny Kristianti, menggelar agenda reses atau penyerapan aspirasi di RW 12, Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Minggu (12/7/2026) malam. Kegiatan ini mendapat apresiasi dari warga setempat yang menilai kehadiran Yenny sebagai bentuk perhatian nyata dari wakil rakyat, bahkan meskipun ia tidak memiliki banyak suara di wilayah tersebut.
‎Dalam pertemuan yang berlangsung di lingkungan RW 12 itu, Ketua RW 14, Dedi, menyampaikan sejumlah keluhan yang juga dirasakan oleh warga RW 12, 13, dan 14. "Kami RW 12, 13, 14 punya keluhan hampir sama, misalnya soal banjir," ujarnya.
‎Dedi juga menyoroti minimnya perhatian dari anggota dewan lain di daerah pemilihan setempat. Ia mengungkapkan bahwa banyak wakil rakyat yang terpilih justru sulit dihubungi dan jarang turun ke lapangan. "Ini dewan yang nggak pernah datang tiba-tiba jadi, lalu hadir di sini. Ini yang kemarin kita pilih malah nggak pernah hadir, dihubungi susah banget. Anggota dewan yang lain kemana?" keluhnya.
‎Warga berharap Yenny dapat merealisasikan aspirasi mereka. "Mudah-mudahan Bu Yenny sebagai orang tua kami bisa merealisasikan aspirasi kami. Anggota dewan seperti Ibu Yenny yang kita butuhkan, mau memperhatikan lingkungan dan mau turun ke warga saat sedang ada permasalahan di tengah masyarakat," pungkas Dedi.
‎Menanggapi antusiasme dan harapan warga, Yenny Kristianti menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan mendengarkan keluhan masyarakat. "Memang background saya di sosial dan lingkungan, jadi saya senang ketika bisa bermanfaat untuk masyarakat. Banyak PR yang harus kita kerjakan," katanya.
‎Yenny juga menepis anggapan bahwa agenda reses hanya dimanfaatkan untuk meraih suara menjelang pemilihan legislatif. "Saya tidak ingin ada pesimistis dari warga yang datang hanya untuk meraih suara menjelang pemilihan legislatif. Kalau sudah jadi anggota dewan, saya kira harus sebisa mungkin menghadiri undangan untuk menerima aspirasi masyarakat," tegasnya.
‎Ia menambahkan, dengan keterbatasan pokok pikiran (pokir) yang dimiliki, pihaknya akan memprioritaskan penanganan masalah yang paling mendesak. "Dengan pokir yang terbatas, maka akan melihat mana yang prioritas untuk segera didahulukan," tutupnya. (gud)