![]() |
| Kriyaan Lansia Kota Bekasi 2026. |
Mengangkat semangat "Lansia Berdaya, Berkarya, dan Bahagia", kegiatan ini turut dihadiri oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI, Dr. H. Wihaji, serta Wali Kota Bekasi Tri Adhianto yang didampingi istri selaku Ketua TP PKK. Tak ketinggalan, para camat, lurah, dan ribuan lansia antusias memenuhi lokasi acara.
Kriyaan Lansia kali ini menjadi puncak dari rangkaian program Sekolah Lansia Kota Bekasi. Beragam penampilan seni mewarnai acara, mulai dari alunan angklung, gerak line dance yang enerjik, peragaan busana menawan, hingga pengumuman pemenang lomba yang menunjukkan betapa kreatif dan potensinya para lansia di Bumi Patriot.
Dalam pidatonya, Wali Kota Tri Adhianto mengenang awal mula program ini digagas. Ia menjelaskan bahwa Sekolah Lansia atau yang dikenal dengan Kriyaan Lansia pertama kali dirintis ketika dirinya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bekasi pada tahun 2022.
"Kala itu, kami memasang target sekitar 3.000 peserta lansia. Namun dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, jumlahnya melampaui ekspektasi. Saat ini sudah tercatat 3.436 anggota dan angkanya terus bertambah," ungkap Tri penuh syukur.
Menurutnya, lonjakan peserta ini menjadi bukti nyata bahwa para lansia haus akan ruang belajar, berkreasi, bersosialisasi, dan tetap produktif di lingkungan masyarakat. Program ini bukan sekadar pengisi waktu luang, melainkan juga mampu meredam rasa kesepian yang kerap menyelimuti usia lanjut, sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka.
"Ketika kami memulai program ini pada 2022, targetnya sekitar tiga ribu peserta. Alhamdulillah, kini sudah melampaui target dan terus bertambah. Ini membuktikan bahwa para lansia membutuhkan ruang untuk tetap berkegiatan, bersosialisasi, dan merasakan kebahagiaan di masa tuanya," jelas Tri.
Lebih jauh, Tri menekankan bahwa perhatian terhadap lansia merupakan bagian tak terpisahkan dari pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan. Pemerintah Kota Bekasi bertekad memastikan para lansia tetap sehat, mandiri, produktif, dan bermartabat lewat berbagai program pemberdayaan.
"Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari kualitas hidup masyarakatnya. Kami ingin para lansia di Kota Bekasi tetap sehat, aktif, produktif, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda. Pemerintah akan terus memperkuat program-program yang menghadirkan kebahagiaan bagi para lansia," tambahnya.
Sementara itu, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI, Dr. H. Wihaji, memberikan apresiasi tinggi atas terobosan Pemerintah Kota Bekasi. Ia menilai program Sekolah Lansia ini mampu meningkatkan kesejahteraan psikologis dan sosial masyarakat lanjut usia.
"Program Sekolah Lansia di Kota Bekasi merupakan contoh yang sangat baik. Lansia tidak hanya diberikan pelayanan, tetapi juga ruang untuk berkarya, belajar, dan tetap aktif di tengah masyarakat. Inilah bentuk pembangunan keluarga yang berkelanjutan dan patut menjadi inspirasi bagi daerah lain," pujinya.
Keberhasilan program ini juga tercermin dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat Bekasi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan angka harapan hidup Kota Bekasi mencapai 76,61 tahun, menjadi salah satu yang tertinggi di Provinsi Jawa Barat. Capaian ini menjadi indikator bahwa berbagai program pemberdayaan lansia, termasuk Sekolah Lansia, turut berdampak positif terhadap kesehatan, kebahagiaan, dan kesejahteraan mereka.
Melalui penyelenggaraan Kriyaan Lansia Kota Bekasi 2026, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program ramah lansia. Dengan demikian, para orang tua dapat menjalani masa tuanya dengan lebih sehat, aktif, produktif, serta tetap memiliki ruang untuk berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat. (gud)


