![]() |
| Armada bus Transjakarta. |
Prakata.com – Sepanjang tahun operasional 2025, sebanyak 6.793 barang tertinggal tercatat di seluruh layanan Transjakarta, mulai dari bus hingga halte. Namun, dari ribuan barang hilang tersebut, hanya 1.802 item atau sekitar 26,5% yang berhasil dikembalikan kepada pemiliknya setelah melalui proses verifikasi.
Data ini menunjukkan bahwa kesadaran penumpang untuk melapor dan mengambil barang yang tertinggal masih perlu ditingkatkan.
Berdasarkan pemetaan internal, Koridor 1 Transjakarta (Blok M-Kota) dan Halte Integrasi CSW menempati posisi teratas sebagai lokasi dengan penemuan barang tertinggal tertinggi. Kedua titik ini dikenal sebagai simpul mobilitas utama warga Jakarta, tempat penumpang berpindah moda dengan cepat, sehingga potensi barang tertinggal lebih besar.
Tjahjadi, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat Transjakarta, menjelaskan bahwa pengelolaan barang hilang kini dikelola secara lebih sistematis dan digital. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk melindungi hak pelanggan dan menerapkan tata kelola perusahaan yang baik.
"Setiap barang milik pelanggan kami kelola dengan standar integritas tinggi. Ini bukan sekadar prosedur, tapi bentuk akuntabilitas kami kepada publik," ujar Tjahjadi dalam keterangan pers, Kamis (15/1/2026).
Transjakarta memberlakukan aturan tegas terkait penyimpanan barang temuan. Barang yang tidak diambil dalam waktu 90 hari kerja akan diproses sesuai prosedur: dihibahkan untuk tujuan sosial jika masih layak pakai, atau dimusnahkan. Kebijakan ini, menurut Tjahjadi, selaras dengan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) perusahaan.
"Daripada jadi limbah, barang yang masih baik akan kami salurkan untuk komunitas yang membutuhkan," jelasnya.
Transjakarta mengingatkan penumpang untuk selalu memeriksa barang bawaan sebelum turun dari bus atau meninggalkan halte. Bagi yang kehilangan barang, dapat segera melaporkan ke petugas di lapangan atau melalui kanal resmi Customer Care Transjakarta.
Dengan sistem yang kini lebih transparan, Transjakarta berharap tingkat pengembalian barang tertinggal dapat meningkat, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi publik yang bertanggung jawab. (Rtm)
Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel


