Kekalahan ini tak lepas dari turunnya semangat para pemain Kota Bekasi. Pasalnya, para suporter dari pihak pengurus cabang olahraga (cabor) tak hadir di tribun. Padahal, kehadiran mereka dinilai krusial untuk memompa motivasi para pemain.
"Ketidakhadiran suporter seperti ini membuat semangat kan kurang. Support dengan kehadiran itu penting, bukan hanya apa yang dikasih ya. Bukan mau menjelek-jelekkan KONI atau pengurus, tetapi saya ingin kasih tau bahwa kehadiran supporter itu sangat penting bagi pemain," ujar Head Coach Novel Martin Soedira, usai pertandingan.
Selain faktor suporter, postur tubuh para pemain Kota Bekasi dinilai kalah bersaing. Pemain Kabupaten Bogor yang berbadan tinggi lebih leluasa menembakkan bola ke dalam ring, sementara Kota Bekasi kesulitan menembus pertahanan lawan.
"Jujur susah banget untuk nembus orang dalam mereka. Kita cukup kesusahan untuk tembus ke dalam, karena badan kita yang kecil dan mudah diblok oleh mereka," kata Kapten Tim Bola Basket Putri Kota Bekasi, Michelle Fabiola Soedira.
Ia mengaku sedih perjuangan timnya harus berhenti di gelaran Porprov XV tahun ini. Meski begitu, Michelle dan tim tetap optimis menatap prestasi di event lain ke depan.
"Sedih, cuma mau gimana menang kalah urusan belakangan, yang penting kita sudah berjuang sampai disini," aku Michelle. (Gud)
Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel


