![]() |
| Ketua Umum Pengprov Muaythai Indonesia Jawa Barat, D.K.P Tine Yowargana, saat diwawancarai awak media. |
Menurut Tine, setiap kontingen telah menyiapkan atlet terbaiknya. Para peserta yang akan tampil merupakan hasil seleksi Babak Kualifikasi (BK) Porprov, yakni atlet yang berhasil masuk delapan besar, ditambah atlet dari daerah tuan rumah yang merupakan peraih medali Pekan Olahraga Nasional (PON).
Komposisi tersebut, kata dia, membuktikan bahwa para atlet yang bertanding telah melewati proses seleksi ketat dan memiliki kualitas kompetitif yang mumpuni.
"Saya sangat optimistis. Pembinaan di masing-masing daerah sudah berjalan. Dari sisi teknis maupun fisik, persiapan atlet juga sudah matang," ujar Tine.
Bahkan, ia menilai pembinaan Muaythai di Jawa Barat kini telah berjalan mandiri dan terstruktur. Kondisi itu membuatnya menyebut Muaythai Jabar sudah memasuki fase auto pilot, karena tiap daerah memiliki pola pembinaan dan kesiapan atlet yang semakin baik.
"Muaythai di Jawa Barat sudah auto pilot. Pembinaan berjalan di masing-masing daerah, sehingga persiapan tidak lagi bergantung pada satu pihak. Semuanya sudah memiliki kesiapan masing-masing," tuturnya.
Bukan hanya soal kesiapan atlet dan jalannya pertandingan, aspek keselamatan juga menjadi perhatian serius Pengprov Muaythai Indonesia Jawa Barat. Tine memastikan tim medis dari Pengprov Muaythai Jabar bersama tim medis Kota Bekasi telah disiagakan untuk memberikan pelayanan kesehatan selama pertandingan.
Kesiapan itu mengikuti prosedur operasional standar (SOP) yang berlaku. Sertifikasi bagi personel tim medis pun telah disiapkan guna memastikan penanganan medis dilakukan oleh tenaga berkompeten.
Menurut Tine, kehadiran tim medis profesional menjadi bagian krusial dalam penyelenggaraan olahraga bela diri seperti Muaythai, mengingat setiap pertandingan berpotensi menimbulkan risiko cedera.
Dengan persiapan yang mencakup aspek teknis, fisik, hingga dukungan medis, ia berharap seluruh rangkaian pertandingan berjalan lancar, aman, dan menjunjung tinggi sportivitas.
"Kami ingin memastikan seluruh atlet mendapatkan perlindungan dan penanganan medis sesuai prosedur. Keselamatan atlet menjadi perhatian utama," tegasnya.
Kesiapan 23 kontingen dengan 230 atlet tersebut sekaligus mencerminkan perkembangan pembinaan Muaythai di Jawa Barat yang semakin merata. Tine berharap kompetisi ini tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga semakin memperkuat ekosistem pembinaan Muaythai di berbagai daerah. (gud)
Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel


