![]() |
| Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, saat meninjau pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Kecamatan Babelan, Selasa (3/11/2026). |
Hal itu disampaikan Asep Surya Atmaja saat meninjau langsung
pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Kecamatan Babelan, Selasa
(3/11/2026). Dalam peninjauan tersebut, Bupati Bekasi didampingi Kepala Dinas
Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi,
Henry Lincoln, serta jajaran kecamatan.
Asep menjelaskan, dari total panjang jalan Kabupaten Bekasi
sekitar 1.077 kilometer, masih terdapat pekerjaan rumah penanganan jalan
sepanjang 196 kilometer. Sementara pada tahun anggaran 2026, pemerintah daerah
mengerjakan pembangunan dan peningkatan jalan sepanjang 32,5 kilometer.
“Dari total panjang jalan 1.077 kilometer, masih ada sekitar
196 kilometer yang menjadi pekerjaan rumah kita. Tahun ini kita kerjakan 32,5
kilometer, sehingga pada 2027 kita menargetkan penanganan sekitar 100
kilometer. Mudah-mudahan target ini bisa tercapai, sehingga pada 2028 seluruh
jalan di Kabupaten Bekasi sudah tertata dengan baik,” ujar Asep.
Dalam kunjungan tersebut, Asep meninjau salah satu ruas
jalan di Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, dengan panjang hampir tiga
kilometer dan ketebalan konstruksi beton mencapai 25 sentimeter. Ia juga
meminta Dinas SDABMBK bersama para camat melakukan pemetaan kondisi jalan
secara menyeluruh, mulai dari kategori rusak berat, rusak sedang hingga rusak
ringan.
Menurutnya, pemetaan tersebut penting agar penanganan
infrastruktur dapat dilakukan berdasarkan skala prioritas dan kebutuhan
masyarakat. Sebab, kondisi jalan yang baik menjadi faktor penting dalam
menunjang mobilitas warga, aktivitas perekonomian serta konektivitas
antarwilayah.
“Saya minta dinas terkait bersama camat melihat langsung
kondisi jalan di wilayah masing-masing. Mana yang rusak berat, sedang maupun
ringan harus dipetakan, sehingga kita punya gambaran yang jelas untuk
menentukan prioritas pembangunan,” tegasnya.
Selain infrastruktur jalan, Asep mengatakan pemerintah
daerah juga akan melakukan evaluasi terhadap kondisi bangunan sekolah dan
Puskesmas. Pendataan kerusakan pada fasilitas pelayanan publik tersebut akan
menjadi bagian dari pemetaan kebutuhan pembangunan infrastruktur Kabupaten
Bekasi.
Sementara itu, Kepala Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi, Henri
Lincoln, mengatakan peninjauan lapangan merupakan tindak lanjut dari rapat
pimpinan untuk memastikan pelaksanaan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai
perencanaan. Dalam kunjungan di Kecamatan Babelan, terdapat tiga titik yang
ditinjau, yakni dua lokasi pembangunan jalan dan satu lokasi pembangunan
drainase.
“Peninjauan ini merupakan tindak lanjut arahan pimpinan.
Kami ingin memastikan pekerjaan yang dilaksanakan dinas benar-benar berjalan di
lapangan. Hari ini ada tiga titik yang ditinjau, yaitu ruas Buni Bakti, Ujung
Jaya, serta pembangunan drainase di wilayah Pangkalan dan satu titik lainnya di
kawasan Pulo Timaha,” jelas Henry.
Henri mengungkapkan, pada tahun anggaran 2026 pembangunan
jalan yang ditangani SDABMBK mencapai 32,5 kilometer. Hingga saat ini, progres
fisik pekerjaan tercatat sekitar 32 persen, sedangkan realisasi keuangan masih
sekitar 9 persen. Kondisi tersebut dipengaruhi mekanisme pembayaran yang
dilakukan setelah pekerjaan memenuhi persyaratan teknis, termasuk menunggu
hasil pengujian laboratorium selama 28 hari untuk pekerjaan beton.
“Memang penyerapan keuangan kita masih tertinggal karena
tahun ini tidak ada uang muka maupun pembayaran termin. Namun, sejumlah
pekerjaan fisik sudah selesai dan sebagian lainnya tinggal menunggu hasil
pengujian laboratorium. Kami tetap optimistis realisasi penyerapan anggaran
bisa mencapai di atas 90 persen pada akhir tahun,” ungkapnya.
Selain pembangunan jalan, Henry menyebutkan normalisasi
sungai juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Saat ini, progres fisik
normalisasi telah mencapai lebih dari 60 persen, dengan Sungai Cikarang Bekasi
Laut (CBL) dan Sungai Cikarang sebagai dua saluran utama yang menjadi prioritas
penanganan.


