Partai puncak turnamen anyar bentukan FIFA tersebut berjalan
sengit sejak menit awal. Baik Indonesia maupun Thailand sama-sama kesulitan
menciptakan gol hingga pertandingan memasuki fase akhir waktu normal.
Gol pembuka akhirnya lahir pada menit ke-84. Dean James
membawa Indonesia unggul 1-0 lewat tendangan bebas dari luar kotak penalti.
Hadiah tendangan bebas itu didapat setelah pemain Thailand, Nicholas Mickelson,
melakukan pelanggaran yang berujung kartu kuning kedua dan membuatnya harus
meninggalkan lapangan.
Keunggulan tersebut membangkitkan semangat skuad Garuda.
Namun, Thailand merespons dengan cepat. Hanya tiga menit berselang, Iklas
Sanron berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-87. Skor imbang
bertahan hingga waktu normal usai, sehingga laga berlanjut ke babak
perpanjangan waktu.
Drama belum berakhir. Di babak tambahan, Thailand justru
berbalik memimpin melalui gol Peerapol Chamrasamee pada menit ke-111. Akan
tetapi, Indonesia menunjukkan mental juara. Lima menit kemudian, Elkan Baggott
mencetak gol pada menit ke-116 dan mengubah skor menjadi 2-2, kembali
menyalakan asa Merah Putih.
Hingga menit ke-120, tidak ada gol tambahan yang tercipta.
Juara pun harus ditentukan melalui adu penalti.
Dalam babak tos-tosan tersebut, para penggawa Indonesia
tampil tenang dan mampu menunaikan tugas dengan baik. Garuda akhirnya menutup
adu penalti dengan kemenangan 4-2 atas Thailand, sekaligus memastikan trofi
FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi milik Indonesia.
Kemenangan ini menjadi catatan bersejarah bagi sepak bola
tanah air sebagai juara pertama FIFA ASEAN Cup. Turnamen edisi perdana itu
digelar dengan Indonesia sebagai salah satu tuan rumah dan diikuti tim-tim
nasional dari kawasan Asia Tenggara serta sejumlah tim undangan.
Kehadiran Presiden Prabowo di stadion menjadi wujud dukungan
langsung kepada perjuangan Timnas Indonesia. Kepala Negara menonton laga
bersama Presiden FIFA Gianni Infantino, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih,
dan pimpinan lembaga negara.
Setelah pertandingan usai, Presiden Prabowo Subianto bersama
Presiden FIFA Gianni Infantino ikut mengalungkan medali dan menyerahkan trofi
kepada Timnas Indonesia.
Malam di Gelora Bung Karno ditutup dengan sejarah baru.
Setelah 120 menit pertandingan dan adu penalti yang menegangkan, Timnas
Indonesia mengangkat trofi sebagai juara perdana FIFA ASEAN Cup di hadapan
pendukung sendiri.
Dalam keterangannya usai laga, Presiden Prabowo mengaku
senang dan bangga menyaksikan perjuangan skuad Garuda yang tak kenal menyerah
hingga akhir pertandingan. Menurutnya, semangat pantang mundur yang
diperlihatkan para pemain menjadi contoh penting.
“Kita gembira, kita bersyukur, kita bangga perjuangan tim
kita. Mereka tidak menyerah sampai detik-detik terakhir. Saya kira membanggakan
dan ini contoh ya, contoh semangat tidak menyerah dan kita bisa berhasil,” ujar
Prabowo.
Presiden juga menekankan arti penting kemenangan tersebut
bagi perjalanan sepak bola Indonesia di kompetisi internasional yang digelar
FIFA.


