Prabowo Kumpulkan 22 Akademisi di Istana Merdeka, Bahas Solusi Kebakaran Lahan Gambut dan Rencana Bentuk BPGMN - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Prabowo Kumpulkan 22 Akademisi di Istana Merdeka, Bahas Solusi Kebakaran Lahan Gambut dan Rencana Bentuk BPGMN

Presiden Prabowo Subianto saat melakukan pertemuan dengan para akademisi di Istana Merdeka Jakarta.
Prakata.com – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah akademisi dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 24 September 2026. Forum tersebut membahas upaya penanganan lahan gambut yang setiap tahun berisiko terbakar, serta penguatan langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, dalam sambutannya, mengungkapkan bahwa para akademisi diundang langsung oleh Presiden Prabowo untuk berdiskusi mengenai persoalan lahan gambut sesuai dengan keahlian masing-masing.

“Bapak Presiden, pada Kamis siang ini, 24 September 2026, atas undangan Bapak Presiden, telah hadir di Istana Merdeka 22 akademisi dari berbagai universitas di dalam dan luar negeri untuk berdiskusi langsung dengan Bapak Presiden terkait penanganan lahan gambut yang berpotensi terbakar dari tahun ke tahun,” ujar Seskab Teddy dalam pengantarnya pada video yang diunggah akun YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (25/9/2026).

Dalam kesempatan itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menjelaskan bahwa para akademisi, profesor, dan peneliti yang hadir sebelumnya telah mengikuti diskusi panel ahli. Diskusi tersebut juga melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

“Setelah minggu lalu kami mendapatkan arahan Bapak Presiden, kami mendata para akademisi, para profesor, para peneliti yang memang menggeluti gambut. Kami kemudian juga diskusi dengan Pak Mensesneg, Pak Seskab,” kata Brian.

Dalam pengantarnya, Presiden Prabowo menyatakan bahwa kebakaran hutan, terutama yang terjadi di atas lahan gambut, merupakan salah satu persoalan yang perlu ditangani secara serius.

“Saudara-saudara sekalian, para profesor, jadi masalah yang kita hadapi sebagai bangsa dan negara adalah antara lain kebakaran hutan dan khususnya kebakaran hutan yang di atas lahan gambut. Masalahnya masalah kebakaran hutan, tiap tahun kita mengalami kebakaran hutan,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo menekankan bahwa karakteristik lahan gambut perlu dipahami secara lebih mendalam dalam upaya pencegahan kebakaran. Menurutnya, Indonesia memiliki kawasan gambut yang luas sehingga memerlukan penanganan yang sesuai dengan kondisi tersebut.

“Ada satu fenomena bahwa tetangga-tetangga kita juga punya hutan tapi mungkin mereka tidak punya gambut sebesar kita, mungkin ya kalian yang lebih tahu lah, kalian yang mengerti makanya saya mengundang saudara-saudara,” kata Presiden.

Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo juga menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan dalam pengelolaan gambut dan mangrove. Ia menilai kedua ekosistem itu memerlukan badan khusus yang bekerja langsung di bawah Presiden.

“Kita sepakat dulu kita butuh badan ini, harus ada ya, Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove (Nasional), BPGMN. Dia tidak di bawah kementerian, dia langsung di bawah Presiden. Saya setuju,” tandas Presiden.

Pembentukan badan tersebut menjadi salah satu langkah yang dibahas untuk memperkuat pengelolaan gambut dan mangrove secara lebih terpadu. Melalui diskusi dengan para akademisi dan peneliti, Presiden Prabowo juga memperoleh masukan berbasis keilmuan mengenai karakteristik ekosistem gambut serta pendekatan yang dapat diterapkan untuk mencegah dan menangani kebakaran secara berkelanjutan. (rtm)

Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel