![]() |
| Survei Lembaga Digdaya Polling & Strategy terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Gambar Ilustrasi. |
Survei dilaksanakan pada 22–31 Juli 2026 dengan melibatkan 1.200 responden yang tersebar secara nasional dan dipilih melalui metode acak sistematis. Tingkat kepercayaan survei mencapai 95 persen dengan margin of error sekitar ±2,83 persen.
Peneliti Digdaya Polling & Strategy, Fadhil Abdurrahim, mengungkapkan bahwa MBG merupakan program pemerintah yang paling dikenal publik dibandingkan program unggulan lainnya, dengan tingkat pengenalan mencapai 93,3 persen.
"MBG hampir dikenal oleh seluruh responden dalam survei kami. Hal ini menjadikannya program dengan eksposur tertinggi di antara program unggulan Presiden Prabowo, jauh melampaui Koperasi Desa Merah Putih (84,4%) dan Cek Kesehatan Gratis (68,5%)," ujar Fadhil, dalam keterangan yang diterima, Kamis (10/9/2026).
Meskipun dikenal secara luas, Fadhil menekankan bahwa tingkat dukungan terhadap MBG (63,5%) relatif lebih rendah dibandingkan program lain yang tingkat pengenalannya lebih kecil. Sebagai contoh, program Kesejahteraan dan Kompetensi Guru justru meraih dukungan hingga 91,2 persen di antara mereka yang mengetahuinya.
"Terdapat semacam kesenjangan implementasi di sini. Semakin luas suatu program dikenal dan menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat, semakin besar pula ruang publik untuk mengkritisi pelaksanaannya di lapangan. MBG paling banyak mendapat sorotan justru karena paling banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat," jelasnya.
Dari aspek kepuasan terhadap pelaksanaan program, survei mencatat 44 persen responden menyatakan puas dengan kinerja MBG di lapangan. Isu utama yang paling banyak disoroti publik terkait MBG adalah dugaan korupsi (33,8%), diikuti oleh masalah tata kelola dan distribusi (26,0%).
"Publik pada dasarnya mendukung keberlanjutan program ini, tetapi memberikan perhatian besar pada aspek pengawasan dan tata kelola anggarannya. Ini menjadi catatan penting bagi pemerintah untuk memperkuat transparansi pelaksanaan MBG di lapangan," tegas Fadhil.
Fadhil menambahkan bahwa MBG bersama Cek Kesehatan Gratis (CKG) tercatat sebagai program yang manfaatnya paling merata dirasakan lintas kelompok sosial-ekonomi, termasuk kelompok berpendidikan rendah yang selama ini relatif kurang terjangkau oleh program-program besar lainnya.
"Dari sisi demografi, manfaat MBG paling banyak dirasakan kelompok usia Milenial (58,3%), sementara kelompok Baby Boomer paling rendah (40,3%). Namun yang menarik, MBG dan CKG adalah dua program yang paling inklusif — dampaknya dirasakan relatif merata di semua lapisan masyarakat, tidak hanya kelompok tertentu," katanya.
Ia juga mencatat bahwa pengalaman merasakan manfaat MBG berkorelasi dengan tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo secara keseluruhan. Warga yang merasakan dampak langsung MBG cenderung menunjukkan tingkat kepuasan terhadap Presiden yang lebih tinggi dibandingkan yang tidak merasakannya.
"MBG menjadi salah satu program yang paling kuat menggerakkan persepsi publik terhadap kinerja Presiden. Ini menunjukkan bahwa keberlanjutan dan perbaikan tata kelola MBG memiliki nilai politik yang signifikan bagi pemerintah," pungkas Fadhil.
Survei nasional ini dilaksanakan oleh Digdaya Polling & Strategy pada 22–31 Juli 2026 melalui wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden yang dipilih secara acak sistematis dan tersebar proporsional di seluruh Indonesia, dengan margin of error ±2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (rtm)
Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel


