![]() |
| Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo alias Jokowi, saat berbicara dalam kunjungannya di acara Rakorda PSI Kabupaten Bekasi, Minggu (27/9/2026). |
Dalam forum tersebut, Jokowi menekankan betapa pentingnya kerja
politik yang langsung menyentuh masyarakat. Menurutnya, struktur organisasi
yang lengkap seharusnya menjadi modal untuk menggerakkan mesin partai. Namun,
ia mengingatkan bahwa keberadaan struktur semata tidak akan cukup tanpa
disertai kerja nyata untuk meraih kepercayaan publik.
"Setelah kita memiliki mesin besar, apa yang harus kita
kerjakan? Strukturnya kalau sudah komplit, apa yang harus kita kerjakan?
Pekerjaan kita adalah memenangkan hati rakyat," ujar Jokowi.
Ia menegaskan bahwa posisi sebuah partai dalam kontestasi
politik pada akhirnya ditentukan oleh pilihan masyarakat.
"Bagaimana kita memenangkan hati rakyat. Karena
kemenangan itu adalah semuanya kehendak rakyat selain kehendak Allah SWT,"
katanya.
Jokowi kemudian menyinggung posisi partai dalam perolehan
suara. Menurut dia, urutan partai, mulai dari posisi pertama, kedua, ketiga,
keempat dan seterusnya, merupakan konsekuensi dari pilihan rakyat.
"Partai mana yang nomor satu, partai mana yang nomor
dua, partai mana yang nomor tiga, partai mana yang nomor empat dan seterusnya,
itu merupakan kehendak rakyat. Oleh sebab itu kita harus memenangkan hati
rakyat," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga mendorong kader PSI
untuk tidak hanya mengandalkan kelengkapan struktur organisasi, tetapi aktif
mendatangi masyarakat secara langsung. Ia meminta kader melakukan pendekatan
dari pintu ke pintu serta memperkenalkan PSI kepada berbagai kelompok masyarakat.
Pesan tersebut juga disampaikan dalam konteks persiapan partai menghadapi
Pemilu 2029.
Jokowi sebelumnya menyebut struktur PSI secara nasional pada
tingkat DPW telah mencapai 100 persen dan DPD sekitar 97 persen. Sementara DPC
disebut mencapai sekitar 85 persen. Di Kabupaten Bekasi, DPC diklaim telah
mencapai 100 persen dan DPRT sekitar 92 persen.
Bagi Jokowi, penyelesaian struktur tersebut harus
dilanjutkan dengan menghidupkan mesin partai di tengah masyarakat.


.jpg)