DPR Sahkan Tiga Pimpinan Baru Bank Indonesia, Misbakhun: Ini Momentum Perkuat Ekonomi Nasional - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

DPR Sahkan Tiga Pimpinan Baru Bank Indonesia, Misbakhun: Ini Momentum Perkuat Ekonomi Nasional

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun.
Prakata.com – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) secara resmi menyetujui hasil uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap calon pimpinan Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Paripurna yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026). Tiga nama yang lolos dan disetujui adalah Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI, Aida S. Budiman sebagai calon Deputi Gubernur Senior BI, serta Solikin M. Cuhro sebagai calon Deputi Gubernur BI.

Persetujuan ini merupakan bagian dari agenda Rapat Paripurna DPR RI ke-4 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027, yang diawali dengan penyampaian laporan dari Komisi XI DPR RI mengenai hasil fit and proper test, kemudian dilanjutkan dengan pengambilan keputusan final.

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menjelaskan bahwa proses seleksi dimulai berdasarkan keputusan Rapat Konsultasi Pengganti Rapat Badan Musyawarah DPR RI pada 18 Agustus 2026. Komisi XI kemudian melaksanakan uji kelayakan terhadap Destry Damayanti dan Aida S. Budiman pada Rabu (26/8/2026), serta menguji Solikin M. Cuhro dan M. Anwar Basori selaku calon Deputi Gubernur BI pada keesokan harinya, Kamis (27/8/2026).

Proses penetapan ini mengacu pada ketentuan Pasal 41 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia yang telah beberapa kali direvisi, terakhir melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026. Aturan tersebut menyebutkan bahwa calon Gubernur, Deputi Gubernur Senior, dan Deputi Gubernur BI diangkat oleh Presiden dengan persetujuan DPR.

"Setelah melalui rangkaian uji kelayakan yang transparan dan akuntabel, kami berharap pimpinan BI yang baru ini dapat mendorong bank sentral untuk bekerja lebih fokus, terarah, dan maksimal dalam menjalankan tugas serta kewenangannya," ujar Misbakhun dalam pidatonya di hadapan peserta paripurna.

Lebih lanjut, Misbakhun menegaskan bahwa kepemimpinan baru di BI harus menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran bank sentral dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menilai, pergantian pimpinan tidak sekadar rutinitas administratif, melainkan harus diikuti dengan kebijakan yang memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.

"Komitmen ini tidak boleh berhenti pada pernyataan retorika. Harus diterjemahkan ke dalam aturan yang jelas dan panduan operasional yang terukur. Hal ini penting agar kebijakan BI dapat dijalankan secara konsisten sekaligus memberikan kepastian bagi para pelaku ekonomi," tegas politisi senior tersebut.

Misbakhun juga menyoroti posisi strategis BI dalam merespons dinamika perekonomian, baik dari sisi moneter maupun kebijakan makroprudensial. Ia mengingatkan agar kebijakan bank sentral diarahkan untuk mendukung aktivitas ekonomi produktif, memperluas lapangan kerja, dan menjaga stabilitas sistem keuangan.

"Penguatan peran BI dalam mendukung perekonomian sudah menjadi bagian dari kerangka perubahan regulasi sektor keuangan. Mandat ini harus diterjemahkan ke dalam kebijakan yang konkret, konsisten, dan benar-benar bisa diimplementasikan di lapangan," pungkasnya. (zen)

Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel