Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Kota, A. Fauzan,
menyatakan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari tema perayaan tahun ini:
"Proaktif Melayani, Memberdayakan Secara Berkelanjutan, dan Menciptakan
Nilai yang Melampaui Perlindungan".
Fauzan menjelaskan bahwa inovasi unggulan yang diperkenalkan
adalah program PEKA, singkatan dari Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian
Penerima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan. Program ini dirancang untuk membekali
peserta yang telah melakukan klaim, terutama mereka yang tidak kembali bekerja,
dengan pelatihan keterampilan.
"Kami latih sesuai dengan passion mereka. Mungkin ada
yang ingin menjadi wirausaha, menjual makanan. Kemarin ada pelatihan pembuatan
roti, kebab, burger, hingga barista," ujarnya.
Selain pelatihan usaha, program ini juga memberikan literasi
keuangan agar dana klaim, terutama Jaminan Hari Tua (JHT), dapat dikelola
dengan baik dan tidak digunakan secara konsumtif.
Pada momen ini, Fauzan juga menekankan komitmen percepatan
pelayanan klaim JHT yang diklaim hanya memakan waktu satu hingga dua hari
setelah proses pencairan. Proses verifikasi di kantor pun berlangsung singkat,
rata-rata hanya lima menit, dengan sistem penjadwalan yang menghilangkan
antrean panjang.
Dari sisi kepesertaan, Fauzan memaparkan bahwa cakupan
kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kota Bekasi saat ini mencapai 42% dari
total angkatan kerja, setara dengan sekitar 556.000 pekerja. Namun, ia mengakui
bahwa dominasi masih pada sektor formal, sementara pihaknya berharap
partisipasi pekerja informal seperti pengemudi ojek online (ojol), pelaku UMKM,
dan pekerja konstruksi dapat terus meningkat.


