BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Kota Perkenalkan Program PEKA di Hari Pelanggan Nasional - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Kota Perkenalkan Program PEKA di Hari Pelanggan Nasional

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bekasi Kota, A. Fauzan terlihat turun langsung melayani masyarakat yang sedang mengajukan proses klaim manfaat pada momen Hari Pelanggan Nasional pada Jumat (4/9/2026).
Prakata.com – Dalam peringatan Hari Pelanggan Nasional yang berlangsung Jumat (4/9/2026), BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bekasi Kota meluncurkan berbagai inovasi layanan, termasuk program pemberdayaan ekonomi bagi penerima manfaat.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Kota, A. Fauzan, menyatakan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari tema perayaan tahun ini: "Proaktif Melayani, Memberdayakan Secara Berkelanjutan, dan Menciptakan Nilai yang Melampaui Perlindungan".

Fauzan menjelaskan bahwa inovasi unggulan yang diperkenalkan adalah program PEKA, singkatan dari Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan. Program ini dirancang untuk membekali peserta yang telah melakukan klaim, terutama mereka yang tidak kembali bekerja, dengan pelatihan keterampilan.

"Kami latih sesuai dengan passion mereka. Mungkin ada yang ingin menjadi wirausaha, menjual makanan. Kemarin ada pelatihan pembuatan roti, kebab, burger, hingga barista," ujarnya.

Selain pelatihan usaha, program ini juga memberikan literasi keuangan agar dana klaim, terutama Jaminan Hari Tua (JHT), dapat dikelola dengan baik dan tidak digunakan secara konsumtif.

Pada momen ini, Fauzan juga menekankan komitmen percepatan pelayanan klaim JHT yang diklaim hanya memakan waktu satu hingga dua hari setelah proses pencairan. Proses verifikasi di kantor pun berlangsung singkat, rata-rata hanya lima menit, dengan sistem penjadwalan yang menghilangkan antrean panjang.

Dari sisi kepesertaan, Fauzan memaparkan bahwa cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kota Bekasi saat ini mencapai 42% dari total angkatan kerja, setara dengan sekitar 556.000 pekerja. Namun, ia mengakui bahwa dominasi masih pada sektor formal, sementara pihaknya berharap partisipasi pekerja informal seperti pengemudi ojek online (ojol), pelaku UMKM, dan pekerja konstruksi dapat terus meningkat.

Terkait data klaim, hingga 31 Agustus 2026, total manfaat yang dibayarkan mencapai Rp843 miliar untuk 68.000 penerima manfaat, termasuk beasiswa pendidikan bagi 2.200 anak senilai Rp10,3 miliar. (gud)

Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel