Apa Motivasi Komisi IV DPRD Kota Bekasi Membawa Dugaan Bullying Unity School ke Meja Audiensi? - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Apa Motivasi Komisi IV DPRD Kota Bekasi Membawa Dugaan Bullying Unity School ke Meja Audiensi?

Tangkapan layar audiensi dugaan bullying Unity School di Komisi IV DPRD Kota Bekasi.
Prakata.com– Polemik dugaan perundungan (bullying) di SD Unity School Galaxy, Bekasi Selatan, terus mengambang setelah kasus yang tidak terbukti ini justru dibawa ke meja audiensi Komisi IV DPRD Kota Bekasi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun anggota Komisi IV yang bersedia memberikan klarifikasi resmi terkait maksud dan tujuan audiensi tersebut, sementara berbagai pihak telah menyampaikan tanggapan keras.

Salah seorang ibu yang kedua anaknya bersekolah di Unity School, Angie, berharap agar persoalan dugaan perundungan tidak melebar dan dibesar-besarkan hingga menimbulkan keresahan. Sehingga, anak-anak yang belajar tidak terganggu dengan isu miring penutupan sekolah. Ia pun tidak habis pikir ada motif apa di balik melebarnya dugaan bullying di sekolah hingga di bawa ke meja audiensi wakil rakyat.

“Biarkan mereka berkembang sesuai apa tujuan hidup mereka lah, tanpa harus dikotori dengan orang-orang yang punya maksud dan tujuan tertentu,” ungkap Angie dalam sebuah video yang dikutip pada Selasa (1/9/2026).

Kasus ini berawal dari laporan orang tua siswa yang mengaku anaknya menjadi korban perundungan setelah botol minumnya rusak. Namun, berdasarkan hasil investigasi Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) Unity School yang didukung rekaman CCTV, peristiwa tersebut dinyatakan tidak memenuhi unsur perundungan.

Motivasi di balik pemanggilan para pihak yang terlibat dalam dugaan bullying menjadi pertanyaan besar, mengingat tidak ada fakta yang membuktikan terjadinya bullying. Apalagi, tidak ada kesempatan bagi pihak terlapor maupun pihak sekolah untuk menjelaskan fakta dari tudingan yang mereka terima. Tidak ada kesempatan untuk melakukan pemutaran video CCTV sekolah dalam audiensi dengan Komisi IV DPRD Kota Bekasi.

‎"Kami sudah melihat bukti videonya dari CCTV sekolah. Saat audiensi sebenarnya kami ingin video itu diputar, tetapi tidak jadi ditampilkan. Dari hasil yang kami lihat, sampai saat ini bullying tidak terbukti," ujar Kepala PPID Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Indra Lesmana, Kamis (20/8/2026).

Isu bullying yang dilemparkan oleh pelapor yakni istri dari Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Misbahudin, sampai saat ini belum terklarifikasi. Politisi Gerindra ini terkesan lepas tangan dan tidak mau meluruskan isu yang ia lontarkan. Tidak ada pimpinan maupun anggota Komisi IV yang mau menjelaskan apa motif dari pemanggilan tersebut, meski tudingan yang mereka layangkan dapat berindikasi menjadi fitnah.

Dari seorang oknum anggota dewan, tudingan bullying ini kemudian melebar hingga dorongan kepada Dinas Pendidikan agar melakukan evaluasi perizinan sekolah mengatasnamakan lembaga. Tetapi sayangnya, setelah tidak terbukti bullying, para dewan dari Komisi IV DPRD Kota Bekasi menghilang tanpa merasa bersalah dan meminta maaf. (gud)

Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel