![]() |
| Tangkapan layar audiensi dugaan bullying Unity School di Komisi IV DPRD Kota Bekasi. |
Salah seorang ibu yang kedua anaknya bersekolah di Unity
School, Angie, berharap agar persoalan dugaan perundungan tidak melebar dan
dibesar-besarkan hingga menimbulkan keresahan. Sehingga, anak-anak yang belajar
tidak terganggu dengan isu miring penutupan sekolah. Ia pun tidak habis pikir
ada motif apa di balik melebarnya dugaan bullying di sekolah hingga di bawa ke
meja audiensi wakil rakyat.
“Biarkan mereka berkembang sesuai apa tujuan hidup mereka
lah, tanpa harus dikotori dengan orang-orang yang punya maksud dan tujuan
tertentu,” ungkap Angie dalam sebuah video yang dikutip pada Selasa (1/9/2026).
Kasus ini berawal dari laporan orang tua siswa yang mengaku
anaknya menjadi korban perundungan setelah botol minumnya rusak. Namun,
berdasarkan hasil investigasi Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK)
Unity School yang didukung rekaman CCTV, peristiwa tersebut dinyatakan tidak
memenuhi unsur perundungan.
Motivasi di balik pemanggilan para pihak yang terlibat dalam
dugaan bullying menjadi pertanyaan besar, mengingat tidak ada fakta yang
membuktikan terjadinya bullying. Apalagi, tidak ada kesempatan bagi pihak
terlapor maupun pihak sekolah untuk menjelaskan fakta dari tudingan yang mereka
terima. Tidak ada kesempatan untuk melakukan pemutaran video CCTV sekolah dalam
audiensi dengan Komisi IV DPRD Kota Bekasi.
"Kami sudah melihat bukti videonya dari CCTV sekolah.
Saat audiensi sebenarnya kami ingin video itu diputar, tetapi tidak jadi
ditampilkan. Dari hasil yang kami lihat, sampai saat ini bullying tidak
terbukti," ujar Kepala PPID Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Indra Lesmana,
Kamis (20/8/2026).
Isu bullying yang dilemparkan oleh pelapor yakni istri dari
Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Misbahudin, sampai saat ini belum
terklarifikasi. Politisi Gerindra ini terkesan lepas tangan dan tidak mau meluruskan isu yang ia lontarkan. Tidak ada pimpinan maupun anggota Komisi IV yang mau menjelaskan apa motif dari pemanggilan tersebut, meski tudingan yang
mereka layangkan dapat berindikasi menjadi fitnah.


