‎STT Bina Tunggal Canangkan Program Green Campus, Hadirkan Fasilitas Charging EV Station - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

‎STT Bina Tunggal Canangkan Program Green Campus, Hadirkan Fasilitas Charging EV Station

Launching iGreen EV Station di STT Bina Tunggal, Sabtu (15/8/2026).
Prakata.com – Dalam upaya mewujudkan lingkungan pendidikan yang berkelanjutan, Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Bina Tunggal secara resmi meluncurkan inisiatif bertajuk Green Campus. Program ini tidak hanya mengusung konsep teknologi ramah lingkungan, tetapi juga dirangkai dengan beragam kegiatan pengembangan kapasitas mahasiswa, seperti seminar kewirausahaan dan lokakarya penguatan UMKM.
‎Langkah strategis STT Bina Tunggal dalam mengintegrasikan teknologi hijau di lingkungan kampus diwujudkan melalui kerja sama dengan iGreen+ (PT Niscala Energi Indonesia) untuk menyediakan stasiun pengisian daya ultra-fast charging bagi kendaraan listrik (EV).
‎Benny Tunggul, selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STT Bina Tunggal, menuturkan bahwa keberadaan fasilitas pengisian daya ini merupakan wujud nyata dalam merespons pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air, serta mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
‎"Berdasarkan catatan dari pertemuan Himpunan Pengusaha Mobil Listrik, pangsa pasar EV di Indonesia saat ini telah mencapai 15 persen dari total kendaraan konvensional. Angka ini diprediksi akan meningkat hingga 30 persen seiring dengan kebijakan pemerintah yang terus mendorong percepatan transformasi energi hijau," jelas Benny saat ditemui di kampus STT Bina Tunggal, Sabtu (15/8/2026).
‎Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa penyediaan fasilitas charging di STT Bina Tunggal dirancang untuk menjawab dua kendala utama yang kerap dihadapi pengguna EV, yaitu keterbatasan lokasi pengisian yang terjangkau dan keandalan pasokan daya.
‎"Kami berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah, Kadin, dan mitra swasta untuk mengembangkan hingga 20 titik stasiun pengisian daya di wilayah Bekasi," tambah Benny.
Fasilitas ultra-fast charging EV dari iGreen.
Menanggapi kemitraan ini, Sylvia Han selaku Business Development Director iGreen+, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen menyediakan infrastruktur pengisian daya berkualitas tinggi yang terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat dan sektor pendidikan.
‎"Kami mengedepankan platform perangkat lunak independen dengan standar keamanan ketat. Kami juga memastikan setiap lokasi pengisian berada dalam radius aman 3 hingga 5 kilometer bagi pengguna, ditunjang layanan pemeliharaan daring selama 24 jam," ujar Sylvia.
‎Sylvia juga mengungkapkan bahwa iGreen+ saat ini telah mengoperasikan lebih dari 40 stasiun pengisian daya dan memiliki 20 lokasi lain yang masih dalam tahap pembangunan. Untuk jangka pendek, perusahaan menargetkan perluasan ke 200 titik di kawasan Jabodetabek, Bandung, dan Bali, dengan ambisi mencapai 1.000 stasiun di seluruh Indonesia dalam kurun waktu tiga hingga lima tahun ke depan.
‎Selain aspek infrastruktur, program Green Campus STT Bina Tunggal juga memberikan dampak langsung terhadap penguatan kapasitas akademik mahasiswa. Yasmin, Business Development Specialist iGreen+, menjelaskan bahwa instalasi stasiun pengisian daya di lingkungan kampus membuka peluang bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari para insinyur dan teknisi di lapangan.
‎"Mahasiswa bisa menyaksikan secara langsung implementasi teknologi yang sesungguhnya. STT Bina Tunggal menjadi kampus kedua setelah Universitas Esa Unggul yang menjadi lokasi kolaborasi ini, dan rencananya akan dilanjutkan ke President University Cikarang," pungkas Yasmin.
‎Melalui sinergi antara program Green Campus, penyediaan fasilitas energi terbarukan, seminar pengembangan diri, dan workshop kewirausahaan UMKM, STT Bina Tunggal optimis mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mandiri, inovatif, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan. (gud)

Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel