![]() |
| Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. |
Dalam sambutannya, Farhan memberikan penekanan luar biasa terhadap satu fondasi utama yang harus dimiliki para pejabat baru. Ia mengulang kata "integritas" hingga tiga kali berturut-turut sebagai pengingat keras bahwa kepercayaan publik adalah segala-galanya. "Tidak ada yang lebih bermakna di mata warga selain integritas yang terpancar dari para aparatur pemerintah," tegasnya.
Tak hanya soal kejujuran, Farhan juga menginstruksikan penerapan prinsip 3P yakni kepantasan, kepatutan, dan kepatuhan. Menurutnya, setiap pengambilan keputusan dan kebijakan pemerintahan harus berlandaskan tiga pilar tersebut. Ia menilai, meskipun kapasitas teknis sangat diperlukan, seorang pemimpin juga wajib memiliki kepekaan sosial, kemampuan analisis situasi, serta komunikasi yang efektif, baik dengan atasan, rekan kerja, lembaga legislatif, maupun masyarakat luas.
Perhatian khusus dalam pelantikan kali ini tertuju pada jajaran pejabat kewilayahan, seperti camat, lurah, sekretaris kecamatan, sekretaris kelurahan, hingga kepala seksi. Farhan menyebut posisi ini menghadapi realitas tantangan yang semakin berat karena berinteraksi langsung dengan kompleksitas persoalan warga. Ia menegaskan bahwa problematika di lapangan tidak lagi sekadar urusan administrasi, melainkan telah menyentuh ranah penegakan aturan, ketertiban umum, eksekusi program strategis, hingga isu-isu sosial kemasyarakatan.
"Wali kota, camat, dan lurah adalah tiga garda terdepan yang dituntut mempunyai sudut pandang 360 derajat. Tidak cukup hanya ahli di satu sektor, mereka harus serba bisa dan tanggap," ujar Farhan.
Ia menyoroti dinamika di Kecamatan Bandung Kulon dan Kelurahan Cijerah sebagai contoh kasus, khususnya dalam penanganan Pedagang Kaki Lima (PKL) serta penegakan Peraturan Daerah. Situasi tersebut, kata dia, menuntut koordinasi tingkat tinggi dan responsivitas aparatur yang cepat. "Kecepatan respons adalah kebutuhan mutlak masyarakat saat ini. Jangan sampai ada drama yang berlarut-larut di media sosial karena lambannya gerak birokrasi. Kemampuan mengelola wilayah dan masyarakat adalah kunci sukses utama," imbuhnya.
Di tengah arahannya, Farhan juga mengingatkan pentingnya harmonisasi hubungan eksekutif dengan DPRD Kota Bandung. Ia menyebut sinergi yang kokoh dengan legislatif merupakan elemen vital bagi kelancaran pembangunan. "Kehadiran para pimpinan DPRD dalam acara ini menandakan pelantikan memiliki bobot strategis. Menjaga komunikasi yang intens dengan dewan menjadi salah satu resep keberhasilan kita bersama," tuturnya.
Akhir pidatonya, Wali Kota berharap seluruh pejabat yang baru dilantik dapat mengemban amanah dengan penuh rasa tanggung jawab. Ia optimis, dengan kepemimpinan yang berintegritas, kolaborasi yang erat, dan komitmen pada prinsip 3P, langkah menuju visi Bandung Utama (Bandung yang Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis) akan semakin terwujud. (rob/rtm)
Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel


