![]() |
| Pengelolaan media sosial tingkat kewilayahan. |
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Kecamatan Bandung
Kulon ini menghadirkan para administrator media sosial dari seluruh kelurahan
di wilayah tersebut. Dalam forum tersebut, para peserta dibekali pemahaman
mendalam seputar taktik pengelolaan kanal digital, pedoman publikasi konten,
serta alur distribusi informasi berbasis kewilayahan.
Sekretaris Kecamatan Bandung Kulon, Deni Setiabudi,
menegaskan bahwa platform media sosial kini menjadi instrumen krusial dalam
menjembatani komunikasi antara pemerintah dan warga.
"Optimalisasi pengelolaan media sosial kami lakukan
agar seluruh informasi dan program unggulan di Kecamatan Bandung Kulon dapat
menjangkau masyarakat secara luas, dipahami dengan baik, dan membawa manfaat
nyata," tutur Deni.
Sementara itu, Kepala Bidang Diseminasi Informasi Diskominfo
Kota Bandung, Siti Rosmayani Heni, mengungkapkan bahwa agenda ini dirancang
untuk memperkuat kapasitas para humas kewilayahan dalam meramu informasi yang
atraktif dan mudah dicerna publik.
"Kami berdiskusi langsung dengan tim untuk membantu
rekan-rekan humas di tingkat wilayah menyajikan konten yang informatif.
Harapannya, warga bisa mengetahui program-program pemerintah yang tengah
berjalan maupun yang akan datang," jelas Siti.
Menurut Ketua Tim Penyuluhan dan Pengendalian Informasi
Diskominfo Kota Bandung, Tanny Abadhi Rosyada, keseragaman persepsi menjadi
elemen penting dalam pengelolaan medsos kewilayahan demi menjamin kualitas,
akurasi, dan konsistensi informasi yang disebarluaskan.
Pada sesi pemaparan, peserta mendapatkan materi tentang
optimalisasi kanal digital kewilayahan dan teknik pemberitaan dari Tim
Penyuluhan dan Pengendalian Informasi Diskominfo Kota Bandung, Raihan Putri
Adyanti. Adapun sesi teknis pembuatan konten disampaikan oleh Raka Cendekia.
Forum ini juga menjadi ajang evaluasi kinerja medsos di tingkat kecamatan dan kelurahan, penyatuan visi terhadap standar publikasi, penguatan koordinasi antar pengelola medsos kewilayahan dengan tim penyuluhan, serta pemecahan berbagai kendala lapangan seperti konsistensi unggahan, kualitas konten, dan keterbatasan SDM.
Tak ketinggalan, peserta mendapat sosialisasi tentang
prosedur pelaporan hoaks melalui layanan Bandung Saber Hoaks sebagai langkah
preventif untuk meningkatkan literasi digital dan menjaga ekosistem informasi
yang kondusif.
Sebagai wujud tindak lanjut, evaluasi implementasi hasil
kegiatan akan digelar satu bulan pasca-pelaksanaan sinkronisasi ini.


