![]() |
| Ketua Kadin Kota Bekasi, Qadar Ruslan. |
Ketua Kadin Kota Bekasi, Qadar Ruslan Siregar, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata komitmen pelaku usaha dalam mendukung transisi menuju sistem transportasi dan energi yang lebih ramah lingkungan serta berkelanjutan.
"Kadin Kota Bekasi tengah menyiapkan tindak lanjut kerja sama untuk mendirikan 20 titik pengisian baterai. Kami sudah menetapkan lokasi-lokasi yang potensial untuk digarap bersama," tutur Qadar usai menghadiri peluncuran iGreen EV Station di lingkungan STT Bina Tunggal, Sabtu (15/8/2026).
Qadar menegaskan bahwa keberadaan stasiun pengisian kendaraan listrik bukan sekadar proyek fisik infrastruktur. Lebih dari itu, fasilitas ini menjadi bagian penting dari perubahan mendasar dalam ekosistem transportasi dan energi, yang mengarah pada pemanfaatan sumber daya lebih bersih dan ramah lingkungan.
Ia juga menyoroti peran strategis perguruan tinggi dalam percepatan transformasi tersebut. Menurutnya, kampus tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga pusat pertumbuhan inovasi, penelitian, pengembangan teknologi, sekaligus pencetak sumber daya manusia yang kompeten menghadapi dinamika industri.
"Kampus memiliki kedudukan yang sangat penting, bukan sekadar institusi pendidikan, melainkan juga wahana lahirnya terobosan, riset, teknologi, dan talenta yang siap menjawab tantangan perubahan sektor industri," jelasnya.
Oleh karena itu, Kadin Kota Bekasi memandang pengembangan konsep kampus hijau (green campus) sebagai jembatan emas untuk menyatukan sinergi antara akademisi, pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat.
Qadar berharap gagasan green campus tidak berhenti pada hadirnya fasilitas pengisian daya. Menurutnya, ekosistem ini bisa diperluas menjadi pusat pembelajaran sekaligus basis bisnis berbasis teknologi ramah lingkungan.
Keberadaan stasiun pengisian daya juga diharapkan menjadi sarana edukasi bagi mahasiswa. Mereka tak hanya berperan sebagai pengguna kendaraan listrik, tetapi juga mampu mendalami aspek teknologi, sistem energi, peluang usaha, hingga pengembangan industri kendaraan listrik dan energi terbarukan.
Dari sisi ekonomi, Qadar menyebut bahwa peralihan ke kendaraan listrik membuka banyak peluang usaha baru. Mulai dari pembangunan sarana pengisian, pemeliharaan, rekayasa energi, hingga potensi pertumbuhan startup dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mendukung rantai pasok ekosistem kendaraan listrik.
"Karena itu, Kadin Kota Bekasi siap mengambil peran aktif dalam kolaborasi ini, terutama menjadi penghubung antara dunia pendidikan dan sektor usaha serta industri," tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti pembahasan nota kesepahaman dengan STT Bina Tunggal.
"Kami tunggu undangan selanjutnya dari Pak Benny Tunggul untuk melakukan penandatanganan MoU antara Kadin dan STT Bina Tunggal," ucap Qadar.
Acara peresmian iGreen EV Station yang digelar di STT Bina Tunggal itu turut dihadiri oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi, anggota DPRD Kota Bekasi, Benny, Ketua Yayasan STT Bina Tunggal, serta Rektor STT Bina Tunggal. (gud)
Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel


