Inovasi Antar-Jemput Ramah Disabilitas dari Dishub DKI Tembus Nominasi Top 10 JIA 2026 - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Inovasi Antar-Jemput Ramah Disabilitas dari Dishub DKI Tembus Nominasi Top 10 JIA 2026

Pelayanan antar-jemput bagi pelajar penyandang disabilitas oleh Dishub DKI Jakarta.
Prakata.com – Terobosan pelayanan publik di bidang transportasi pendidikan kembali mencuri perhatian. Layanan bus sekolah gratis yang dikhususkan bagi pelajar penyandang disabilitas, yang digagas oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta, resmi terpilih sebagai salah satu dari sepuluh nominasi terbaik dalam ajang Jakarta Innovation Award (JIA) 2026. Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta.

Program unggulan tersebut mengusung nama SAPA DISA, singkatan dari Sistem Antar Jemput Peserta Didik Disabilitas. Layanan ini dirancang untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi para siswa berkebutuhan khusus dalam menjalani aktivitas belajar mengajar.

SAPA DISA menghadirkan solusi transportasi publik yang inklusif dengan menyediakan armada bus khusus ramah disabilitas. Fasilitas yang ditawarkan tidak hanya gratis, tetapi juga mengutamakan kenyamanan dan aksesibilitas penuh. Dengan sistem penjemputan point-to-point, para pelajar diambil langsung dari kediaman atau lokasi yang telah disepakati bersama orang tua, lalu diantar ke sekolah, dan kembali dijemput usai jam pelajaran berakhir.

Kehadiran layanan ini dinilai sangat membantu pelajar yang tinggal di lokasi jauh dari sekolah. Mereka kini dapat tiba lebih cepat dan dalam kondisi lebih siap mengikuti pelajaran dibandingkan sebelumnya. Hingga saat ini, operasional SAPA DISA sudah berjalan konsisten dan melayani sembilan Sekolah Luar Biasa (SLB) dengan rata-rata 150 pelajar setiap harinya.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian ini. Menurutnya, penetapan SAPA DISA sebagai nominasi JIA 2026 menjadi bentuk pengakuan sekaligus penyemangat bagi jajarannya untuk terus memaksimalkan pelayanan transportasi bagi kelompok difabel.

“Inovasi ini lahir dari kebutuhan nyata masyarakat. Bukan semata-mata menyediakan bus, tapi memastikan anak-anak disabilitas punya akses mobilitas yang aman dan nyaman untuk sekolah,” ujar Budi saat ditemui di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Ia juga memaparkan bahwa armada SAPA DISA dilengkapi dengan beragam fasilitas pendukung seperti kursi pengangkat (lift chair), pengunci kursi roda, pemandu jalur (guide block), pegangan tangan, lantai anti-selip, tombol darurat, sabuk pengaman, kamera pengawas, alat navigasi GPS, pendingin ruangan, serta sistem informasi berbasis audio dan visual.

Kolaborasi lintas instansi turut menjadi kunci sukses pelaksanaan program ini. Dishub menggandeng Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, pihak SLB, komunitas penyandang disabilitas, serta orang tua siswa dalam mengawal jalannya layanan.

“Dampak positif yang langsung dirasakan oleh siswa, keluarga, dan sekolah menjadi fondasi utama bagi keberlanjutan inovasi ini,” tambah Budi.

Lebih jauh, Budi menjelaskan bahwa keberhasilan masuk dalam 10 besar JIA 2026 menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menciptakan sistem transportasi yang kian inklusif dan berkeadilan. Layanan ini juga selaras dengan visi Jakarta sebagai kota yang setara bagi seluruh warganya, tanpa terkecuali.

“Kami tidak ingin ada anak yang kehilangan hak pendidikannya hanya karena persoalan akses transportasi,” tegasnya.

Salah satu pengguna layanan, Azka, siswa dari SLB Pembina Tingkat Nasional, mengaku sangat terbantu. Ia merasa perjalanan ke sekolah jadi lebih nyaman dan tepat waktu.

“Senang banget, petugasnya ramah, bisa naik bus bareng teman-teman, dan aku jadi nggak pernah telat lagi,” ceritanya dengan antusias.

Apresiasi juga datang dari Roro Shanti, orang tua siswa dari SLB D-DI YPAC Jakarta. Baginya, layanan ini tidak hanya meringankan beban biaya transportasi, tetapi juga memberi ketenangan karena anaknya mendapat layanan perjalanan yang teratur dan sesuai kebutuhan.

“Saya bisa menghemat pengeluaran transportasi sekolah berkat bus gratis ini,” pungkasnya. (rtm)

Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel