![]() |
| Anggota DPRD Kota Bekasi dari fraksi PKB, Ahmadi, saat menggelar reses di Jatiasih, Kamis (9/7/2026). |
Prakata.com – Fenomena perilaku menyimpang terkait Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) dikabarkan kian meluas di berbagai wilayah Indonesia, dengan salah satu titik konsentrasinya berada di Kota Bekasi. Kondisi ini pun menjadi perhatian serius berbagai elemen masyarakat dan pemerintah daerah setempat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Kamis (9/7/2027), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi membeberkan data yang cukup mencengangkan. Organisasi keagamaan tersebut mengungkapkan bahwa jumlah individu yang teridentifikasi sebagai pelaku LGBT di wilayah Bekasi saat ini telah mencapai kisaran angka 6.000 orang. Temuan ini sontak memicu gelombang reaksi dari berbagai kalangan, terutama para tokoh masyarakat dan wakil rakyat.
Merespons situasi tersebut, Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ahmadi, mengambil langkah konkret dengan menggelar kampanye penolakan terhadap LGBT. Kegiatan tersebut dilaksanakan di sela-sela masa reses yang berlangsung di RT 002 RW 012, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih. Dalam orasinya, Ahmadi dengan tegas menyuarakan keprihatinannya terhadap potensi meluasnya dampak negatif dari perilaku tersebut di tengah masyarakat.
"Kita tidak boleh membiarkan perilaku menyimpang seperti LGBT ini berkembang pesat di tengah-tengah kita. Semua agama telah memberikan panduan yang jelas dan melarang praktik hubungan sejenis," tegas Ahmadi di hadapan warga setempat.
Lebih lanjut, politisi yang dikenal memiliki latar belakang pendidikan pesantren ini menekankan pentingnya sikap proporsional dalam menyikapi perbedaan. Ia menyatakan bahwa meskipun dirinya menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi antar sesama anak bangsa, hal itu tidak lantas menjadi pembenaran untuk menerima dan menormalisasikan apa yang ia sebut sebagai tindakan menyimpang secara moral dan agama.
"Berbicara mengenai toleransi, saya sebagai kader PKB sangat menghormati hak setiap individu. Namun, saya tidak akan pernah setuju dan membenarkan adanya praktik-praktik penyimpangan seksual yang bertentangan dengan norma," ujarnya dengan nada tegas.
Di akhir sambutannya, Ahmadi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penekanan penyebaran LGBT. Ia menekankan bahwa peran keluarga dan lingkungan sekitar menjadi benteng terdepan dalam melindungi generasi muda dari pengaruh perilaku yang dianggap menyimpang.
"Kepada seluruh elemen masyarakat dan juga Pemerintah Kota Bekasi, mari kita bergandengan tangan untuk menekan dan meminimalisir penyebaran LGBT di lingkungan masing-masing. Jangan sampai ada keluarga kita, anak-anak kita, atau keturunan kita yang terjerumus ke dalam jurang perilaku menyimpang ini," pungkasnya mengakhiri pernyataan. (gud)


