![]() |
| Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Rudy Heryansyah, saat menggelar agenda reses pada Kamis (9/7/2026). |
Dalam agenda yang berlangsung di sejumlah titik tersebut, isu perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) menjadi sorotan utama yang diupayakan realisasinya.
Kegiatan reses kali ini menyasar lima lokasi berbeda, yaitu di RW 1, RW 2, dan RW 14 Kelurahan Pejuang, serta RW 9 Kelurahan Medan Satria.
Rudy menjelaskan bahwa pemilihan titik lokasi tersebut didasarkan pada tingginya dukungan suara masyarakat pada pemilu sebelumnya serta kawasan tempatnya menempuh pendidikan.
"Kita prioritaskan juga di mana tempat sekolah saya banyak, yang mana yang banyak (suara) itu juga kita prioritaskan," ujar Rudy.
Menurutnya, mayoritas konstituennya yang mencapai 90 persen tinggal di kawasan perkampungan. Kondisi ini membuat permintaan akan program Rutilahu mendominasi setiap sesi reses.
"Rutilahu banyak rumah-rumah warga pribumi yang banyak hancur, apalagi pada musim hujan kemarin. Rumah lama yang memerlukan bantuan dewan, apakah bisa aspirasinya untuk Rutilahu," jelasnya.
Rudy menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengkondisikan agar bantuan tersebut tepat sasaran. Ia menyoroti pentingnya bantuan ini bagi masyarakat yang benar-benar tidak mampu, terutama bagi mereka yang rumahnya bahkan belum memiliki lantai ubin yang layak.
Selain Rutilahu, Rudy juga menampung aspirasi warga di bidang pendidikan, khususnya keluhan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berbasis zonasi.
Masyarakat di Kelurahan Harapanmulya mengusulkan pembangunan SMP Negeri karena hingga saat ini wilayah tersebut tidak memiliki sekolah negeri.
"Mereka selalu kalah dalam sistem zonasi dan jalur domisili. Ini perlu dipikirkan pemerintah Kota Bekasi dan Dinas Pendidikan," ungkap Rudy menanggapi keluhan warga.
Ia juga menyinggung program pendidikan gratis yang dicanangkan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah di bidang pendidikan.
Pada kesempatan sebelumnya, Rudy menyatakan bahwa sekitar 70 persen aspirasi di wilayahnya telah berhasil direalisasikan sejak ia menjabat pada 2019. Kedekatan dengan masyarakat menjadi kunci untuk memahami kebutuhan riil di lapangan.
Reses kedua tahun 2026 ini menjadi momentum bagi Rudy untuk menyerap aspirasi yang belum selesai karena masih adanya Anggaran Belanja Tambahan (ABT) yang dapat digunakan untuk membantu masyarakat secara bertahap sesuai skala urgensi. (gud)


