Aktivis Perempuan Nasional Beri Semangat Usai Laporkan Dugaan Pelecehan Verbal saat Penggeledahan - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Aktivis Perempuan Nasional Beri Semangat Usai Laporkan Dugaan Pelecehan Verbal saat Penggeledahan

Aktivis perempuan, Amelia Salim (kanan) dan Nyimas Sakuntala Dewi (kiri).
Prakata.com – Gelombang dukungan moral dari sejumlah aktivis perempuan nasional mulai menguat bagi MS, istri dari Kepala Bidang Pasar pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi. Dukungan ini muncul menyusul langkah berani MS yang melaporkan dugaan tindakan pelecehan verbal yang dialaminya ketika petugas melakukan penggeledahan di kediamannya.

Peristiwa yang menuai perhatian publik tersebut terjadi saat rumah MS didatangi dan digeledah oleh aparat dari Kejaksaan Negeri Kota Bekasi. Penggeledahan itu sendiri merupakan rangkaian dari proses penyidikan atas kasus dugaan pungutan liar (pungli) dalam pengelolaan MCK di kawasan Pasar Bantargebang, dengan nilai kerugian yang diperkirakan mencapai sekitar Rp80 juta.

Salah satu tokoh yang angkat bicara memberikan dukungan adalah Amelia Salim, aktivis perempuan nasional. Menurutnya, keberanian MS untuk melapor merupakan sebuah perkembangan positif yang patut diapresiasi. Ia mendorong agar perempuan-perempuan lain tidak ragu untuk menyuarakan pengalaman buruk yang merendahkan martabat mereka.

"Langkah ini saya nilai sebagai sebuah kemajuan, karena kini semakin banyak perempuan yang berani melaporkan permasalahan yang mereka hadapi ke Komnas Perempuan. Selama ini, banyak dari kita yang memilih bungkam. Padahal, ketika mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan, sudah seharusnya mereka bersuara dan mencari perlindungan," ungkap Amelia dengan tegas.

Ia juga menyampaikan harapannya agar laporan yang diajukan oleh MS bisa segera diproses sesuai dengan aturan dan mekanisme hukum yang berlaku, sehingga ada kepastian dan kejelasan dari sisi hukum.

"Semoga apa yang telah Ibu MS sampaikan dapat didengar oleh semua pihak terkait, sehingga permasalahan ini bisa diselesaikan dengan jalan yang terbaik," tambahnya.

Sementara itu, Nyimas Sakuntala Dewi, aktivis perempuan yang juga terlibat dalam gerakan pendampingan moral bagi MS, menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian yang diberikan oleh Amelia Salim dan tokoh-tokoh perempuan lainnya. Menurut Nyimas, kepedulian yang datang dari berbagai pihak menjadi suntikan semangat tersendiri dalam perjuangan mereka.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya sudah menempuh berbagai jalur pengaduan guna mencari keadilan bagi MS. Tidak hanya mengadu ke Komnas Perempuan atas dugaan pelecehan verbal, mereka juga telah melayangkan laporan resmi ke Polda Metro Jaya.

"Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang terus mengalir dari kawan-kawan aktivis perempuan. Ini bukan hanya tentang satu kasus, tetapi merupakan perjuangan untuk menegakkan dan membela harkat serta martabat perempuan secara umum," tegas Nyimas.

Langkah lebih jauh juga telah dilakukan dengan mengirimkan pengaduan ke sejumlah institusi pengawas, di antaranya Komisi III DPR RI, Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas), serta Komisi Kejaksaan (Komjak). Melalui saluran-saluran tersebut, mereka meminta agar dilakukan pengawasan yang ketat terhadap dugaan tindakan oknum aparat yang dinilai tidak profesional saat proses penggeledahan berlangsung. (gud)