Ahmad Faisyal Hermawan Sebut Kesejahteraan Masyarakat Harus Diterjemahkan dalam Program Konkret - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Ahmad Faisyal Hermawan Sebut Kesejahteraan Masyarakat Harus Diterjemahkan dalam Program Konkret

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat, Ahmad Faisyal Hermawan.
Prakata.com - Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat, Ahmad Faisyal Hermawan, menegaskan bahwa definisi kesejahteraan bagi masyarakat harus diterjemahkan ke dalam program-program pemerintah yang nyata dan menyentuh langsung masyarakat.

"Kami di DPRD mendukung visi kemandirian pangan dan kesejahteraan. Namun, ini harus diikuti dengan kebijakan yang konkret. Jangan sampai kita hanya berbicara tentang kemakmuran, tetapi di lapangan masyarakat masih kesulitan mengakses kebutuhan dasar mereka," ujarnya, Selasa (21/7/2026).

Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini menyoroti pentingnya pengalokasian anggaran untuk program-program yang pro-rakyat. Ia mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memprioritaskan belanja publik yang berdampak langsung, seperti di sektor pertanian, ketahanan pangan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Anggaran yang sifatnya tidak mendesak untuk rakyat, menurut saya, bisa dikesampingkan. Kita harus fokus pada program yang bisa menciptakan kemandirian pangan dan ekonomi. Sekolah kejuruan juga harus didukung penuh agar lulusannya menjadi motor penggerak ekonomi dan kemandirian pangan di daerahnya," tegas Ahmad Faisyal.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa berbagai peraturan daerah (Perda) yang telah dibuat, termasuk yang berkaitan dengan kesejahteraan tenaga kerja dan pemberdayaan ekonomi, harus diimplementasikan dengan baik. Tidak cukup hanya dengan membuat aturan, tetapi harus ada pengawasan ketat agar pelaksanaannya di lapangan berjalan optimal.

Sebelumnya, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jabar, Asep Supriatna, menyatakan bahwa kemakmuran tidak semata-mata diukur dari besarnya penghasilan, melainkan dari kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan pokok secara mandiri, seperti memiliki sumber pangan sendiri mulai dari beras, ikan, ayam, hingga sayuran.

“Yang disebut sejahtera itu ketika butuh apa-apa ada. Gajinya boleh satu juta, gajinya boleh dua juta, tetapi ketika membutuhkan beras ada, membutuhkan ikan ada, membutuhkan ayam ada, dan membutuhkan sayuran juga ada,” katanya saat membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMKN 1 Cibadak, Kabupaten Sukabumi belum lama ini.

Asep berharap SMKN 1 Cibadak tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga mampu menjadi pemicu tumbuhnya kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sukabumi dan sekitarnya.

Menurutnya, keberadaan sekolah kejuruan memiliki potensi besar untuk mencetak sumber daya manusia yang produktif sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui berbagai inovasi dan keterampilan yang diajarkan kepada siswa. (ads)