![]() |
| Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, saat memberikan sambutan dalam acara TKKT VII 2026. |
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, hadir langsung memberikan orasi motivasi di hadapan para pemuda yang tergabung dalam organisasi kemasyarakatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pembangunan Bekasi tidak bisa hanya bertumpu pada gedung-gedung megah dan infrastruktur fisik semata. Lebih dari itu, kota ini membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas, kreatif, dan berdaya saing tinggi, dan Karang Taruna adalah ujung tombaknya.
"Dengan jumlah anggota mencapai sekitar 63.000 orang, Karang Taruna adalah kekuatan luar biasa yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Ini adalah aset kota yang harus kita rawat bersama," ujar Tri Adhianto di hadapan para peserta.
Ia pun menyampaikan sejumlah gagasan segar bagi kader-kader Karang Taruna. Menurutnya, di era yang serba dinamis ini, pemuda tidak boleh sekadar berpangku tangan. Mereka dituntut untuk terus mengasah kapasitas diri dan berani keluar dari zona nyaman. Tri juga menyoroti adanya program pemerintah yang membuka akses peluang kerja di luar negeri. Kesempatan ini, kata dia, terbuka lebar bagi pemuda Bekasi yang ingin mengembangkan karier, menimba pengalaman internasional, dan memperluas wawasan global.
"Saya ingin Karang Taruna lahirkan generasi muda yang inovatif, kreatif, dan siap tempur di kancah global. Jangan hanya menjadi penonton! Manfaatkan setiap peluang yang sudah disediakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup dan masa depan kalian," tegasnya dengan nada penuh optimisme.
Tak hanya membahas soal karier dan kompetensi, agenda Temu Karya kali ini juga dimanfaatkan sebagai ruang konsolidasi organisasi. Para pengurus dari berbagai tingkatan diajak untuk menyelaraskan program kerja dan memperkuat sinergi lintas wilayah. Pemerintah Kota Bekasi pun menyatakan komitmennya untuk terus mendukung Karang Taruna sebagai wadah pengembangan potensi pemuda yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Melalui forum tahunan ini, diharapkan muncul berbagai terobosan dan gagasan baru yang tidak hanya memperkokoh peran pemuda dalam pembangunan Kota Bekasi, tetapi juga mencetak generasi emas yang sanggup bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Karang Taruna, sambut Tri, harus menjelma menjadi mitra strategis pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang produktif dan berdaya saing.
"Pemuda Bekasi harus jadi pelaku, bukan sekadar penonton. Saatnya bangkit dan tunjukkan bahwa kita siap!" pungkasnya, disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta. (gud)
"Dengan jumlah anggota mencapai sekitar 63.000 orang, Karang Taruna adalah kekuatan luar biasa yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Ini adalah aset kota yang harus kita rawat bersama," ujar Tri Adhianto di hadapan para peserta.
Ia pun menyampaikan sejumlah gagasan segar bagi kader-kader Karang Taruna. Menurutnya, di era yang serba dinamis ini, pemuda tidak boleh sekadar berpangku tangan. Mereka dituntut untuk terus mengasah kapasitas diri dan berani keluar dari zona nyaman. Tri juga menyoroti adanya program pemerintah yang membuka akses peluang kerja di luar negeri. Kesempatan ini, kata dia, terbuka lebar bagi pemuda Bekasi yang ingin mengembangkan karier, menimba pengalaman internasional, dan memperluas wawasan global.
"Saya ingin Karang Taruna lahirkan generasi muda yang inovatif, kreatif, dan siap tempur di kancah global. Jangan hanya menjadi penonton! Manfaatkan setiap peluang yang sudah disediakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup dan masa depan kalian," tegasnya dengan nada penuh optimisme.
Tak hanya membahas soal karier dan kompetensi, agenda Temu Karya kali ini juga dimanfaatkan sebagai ruang konsolidasi organisasi. Para pengurus dari berbagai tingkatan diajak untuk menyelaraskan program kerja dan memperkuat sinergi lintas wilayah. Pemerintah Kota Bekasi pun menyatakan komitmennya untuk terus mendukung Karang Taruna sebagai wadah pengembangan potensi pemuda yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Melalui forum tahunan ini, diharapkan muncul berbagai terobosan dan gagasan baru yang tidak hanya memperkokoh peran pemuda dalam pembangunan Kota Bekasi, tetapi juga mencetak generasi emas yang sanggup bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Karang Taruna, sambut Tri, harus menjelma menjadi mitra strategis pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang produktif dan berdaya saing.
"Pemuda Bekasi harus jadi pelaku, bukan sekadar penonton. Saatnya bangkit dan tunjukkan bahwa kita siap!" pungkasnya, disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta. (gud)


