PGRI Cibitung Gelar Konker I, Perkuat Sinergi dan Kompetensi Guru di Masa Bhakti XXIII - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

PGRI Cibitung Gelar Konker I, Perkuat Sinergi dan Kompetensi Guru di Masa Bhakti XXIII

Konferensi Kerja (Konker) I Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Cibitung di Taman Pesona Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Senin (29/6/2026).
Prakata.com – Memasuki tahun ketiga masa bhakti XXIII, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Cibitung menggelar Konferensi Kerja (Konker) I di Taman Pesona Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Senin (29/6/2026). Ajang tahunan ini menjadi panggung evaluasi sekaligus perumusan strategi baru guna meningkatkan mutu layanan pendidikan di wilayah tersebut.

Ketua PGRI Cabang Cibitung, Hj. Siti Maesaroh, menyampaikan bahwa konker kali ini berfungsi sebagai ruang pertanggungjawaban program yang telah dijalankan sejak September 2025 hingga Juni 2026, sekaligus menyusun agenda prioritas untuk periode mendatang.

"Kegiatan ini menjadi wadah bagi kami untuk memaparkan realisasi program setahun terakhir dan menyusun langkah ke depan. Dengan demikian, seluruh pengurus ranting dan anggota memiliki visi yang selaras dan semakin kompak dalam bergerak," tuturnya.

Maesaroh menegaskan, peningkatan kapasitas guru dan tenaga pendidik tetap menjadi prioritas utama. Berbagai program pengembangan kompetensi akan terus dimatangkan melalui kerja sama dengan PGRI Kabupaten Bekasi, PGRI Provinsi Jawa Barat, hingga PGRI Pusat.

Tak hanya itu, organisasi pun terus mengawal isu kesejahteraan guru sebagai manifestasi dari semboyan PGRI bahwa guru yang bahagia akan mampu memberikan pelayanan pendidikan yang prima.

"Kami menjalin sinergi erat dengan PGRI Kabupaten Bekasi dalam memperjuangkan kesejahteraan guru. Harapan kami sederhana, guru merasa nyaman dan bahagia sehingga bisa bekerja profesional serta memberikan yang terbaik bagi peserta didik," ungkapnya.

Maesaroh mengungkapkan, kondisi tenaga pendidik di Cibitung saat ini menunjukkan tren positif. Seluruh guru yang sebelumnya belum masuk dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) kini telah teratasi melalui pengangkatan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Sementara untuk tenaga non-ASN, penugasannya disesuaikan dengan regulasi pemerintah melalui jalur ekstrakurikuler.

Sepanjang periode ini, PGRI Cabang Cibitung juga telah menghadirkan sejumlah inovasi, seperti In House Training (IHT) bertema penanganan peserta didik berkebutuhan khusus yang menjadi salah satu program unggulan tingkat cabang.

"Ke depan, kami akan terus memperbanyak IHT dan berbagai program peningkatan kompetensi bagi guru maupun tenaga kependidikan. Semua ini harus berjalan melalui kolaborasi kuat dengan berbagai pemangku kepentingan agar hasilnya optimal," jelasnya.

Di luar aspek akademik, PGRI Cabang Cibitung juga konsisten menggelar program pengembangan minat dan bakat, salah satunya kompetisi futsal antarguru yang telah menjadi agenda favorit dan ikon organisasi.

Maesaroh juga menyoroti capaian di bidang kesejahteraan yang terus membaik, terutama setelah pengangkatan sejumlah guru menjadi PPPK. Selain itu, tingkat partisipasi guru dalam Pendidikan Profesi Guru (PPG) di wilayah Cibitung disebutnya telah mendekati angka 100 persen.

Di akhir pernyataannya, Maesaroh mengajak seluruh insan pendidik untuk mempertahankan komitmen profesionalisme sesuai aturan yang berlaku, mulai dari pemenuhan beban kerja, kelengkapan administrasi pembelajaran, pengembangan diri melalui Kelompok Kerja Guru (KKG), hingga penguatan jejaring dengan berbagai pihak.

"Mari kita terus tingkatkan profesionalisme, jalin kolaborasi, dan beri layanan pendidikan terbaik. Dengan begitu, guru-guru di Cibitung akan semakin maju, berkualitas, dan mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang unggul," pungkasnya. (gud)