Puskesmas Jaka Setia dan RS Anna Pekayon Gelar Seminar Gratis Kesehatan Mental bagi Ibu Hamil dan Nifas - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Puskesmas Jaka Setia dan RS Anna Pekayon Gelar Seminar Gratis Kesehatan Mental bagi Ibu Hamil dan Nifas

Direktur Utama RS Anna Pekayon, dr. Metha Rahdina (kiri) dan Kepala UPTD Puskesmas Jaka Setia, Pahmi Leni, berfoto bersama usai acara seminar, Jumat (8/5/2026).
Prakata.com – Puskesmas Jaka Setia melalui Program Peluk Ibu mengadakan seminar kesehatan mental gratis bagi ibu hamil dan ibu nifas, Jumat (8/5/2026) pagi. Kegiatan yang berlangsung di Aula RS Anna Pekayon, Bekasi Selatan, Kota Bekasi ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya kesehatan mental selama masa kehamilan dan setelah melahirkan. Selain mendapatkan materi dari narasumber ahli, para peserta juga berkesempatan memperoleh doorprize.

Kepala UPTD Puskesmas Jaka Setia, Pahmi Leni, menjelaskan bahwa ibu hamil dan nifas merupakan kelompok yang sangat penting untuk diperhatikan karena termasuk kelompok berisiko. “Ibu hamil dan nifas itu penting karena mereka berada pada usia produktif dan berperan besar untuk melahirkan bayi yang cerdas, sehat secara fisik maupun mental. Ada pepatah, ibu yang bahagia pasti anaknya bahagia. Kuncinya ada di ibu, meskipun secara ekonomi bapak banyak berperan, tetapi di luar itu peran ibu lebih besar,” ujarnya.

Pahmi Leni menambahkan bahwa RS Anna Pekayon berada di wilayah kerja Puskesmas Jaka Setia, sehingga kerja sama selalu terjalin dalam menjalankan program-program kesehatan. “Puskesmas sendiri memiliki keterbatasan, maka kami selalu bekerja sama dengan CSR, klinik, maupun rumah sakit di wilayah Kelurahan Jaka Setia,” katanya.

Menurutnya, edukasi kesehatan mental sehari-hari sudah ada di Posyandu dan puskesmas, tetapi untuk seminar seperti yang dilakukan hari ini, pihaknya membutuhkan narasumber ahli seperti dokter spesialis kejiwaan.

“Pesertanya adalah kader posyandu, masyarakat umum, dan ibu hamil. Program kesehatan di puskesmas tetap kami lanjutkan, dan kegiatan seminar seperti ini nantinya akan dilakukan kembali dengan topik yang lain,” terangnya.

Tim UPTD Puskesmas Jaka Setia berfoto bersama usai acara seminar kesehatan mental di Aula RS Anna Pekayon.
Sementara itu, Direktur Utama RS Anna Pekayon, dr. Metha Rahdina, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif dari Puskesmas Jaka Setia. “Ini program yang sangat baik. Tim Puskesmas bisa mendeteksi gejala yang dialami ibu hamil atau pasca melahirkan yang ternyata sering bersifat silent. Banyak yang tidak kita ketahui jika hanya melihat secara umum, ibu-ibu tampak sehat-sehat saja, tetapi setelah ditelaah lebih lanjut ternyata banyak yang mempunyai masalah,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa RS Anna Pekayon memiliki dokter spesialis kejiwaan, dr. Ines Damayanti, yang menjadi pembicara dalam acara tersebut. “Jika ada pasien atau ibu-ibu yang memiliki gejala mengarah ke suatu gangguan, itu harus segera diatasi dengan berkonsultasi langsung ke dokter spesialis jiwa. Kolaborasi antara Puskesmas Jaka Setia dan RS Anna Pekayon ini sangat baik. Gangguan kejiwaan jangan diberi konotasi negatif, karena bayi juga tidak akan terawat dengan baik. Untuk menghasilkan anak yang baik, ibu harus sehat secara mental dan fisik,” tegasnya.

dr. Metha juga berpesan kepada ibu hamil dan pasca melahirkan. “Jika merasa kondisi pikiran tertekan atau tidak nyaman berkaitan dengan kehamilan, pasca melahirkan, atau saat mengasuh bayi, segera ajak teman bicara atau konsultasi langsung ke dokter spesialis jiwa atau psikolog. Deteksi dini itu penting. Jika mempunyai masalah dan merasa sudah mengganggu, carilah teman bicara yang positif. Jangan malu atau sungkan membicarakan masalah. Selain sehat badan, harus sehat pikiran dan mental supaya anaknya juga sehat,” pesannya.

Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan Kota Bekasi, drg. Okta Mutiara Marlina (kanan) dan Founder Motherhope Indonesia, Nur Yanayirah (kiri) saat mengisi acara seminar kesehatan mental.
Di tempat yang sama, Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan Kota Bekasi, drg. Okta Mutiara Marlina, menegaskan bahwa kesehatan mental saat ini menjadi perhatian serius. “Kesehatan mental dapat mengenai berbagai usia dan kalangan, dari anak kecil hingga lansia, termasuk usia produktif seperti ibu hamil dan ibu nifas. Banyak faktor penyebab masalah kesehatan jiwa pada ibu hamil, mulai dari KDRT, sosial ekonomi, hingga masalah kesehatan diri dan bayinya,” jelasnya.

drg. Okta menambahkan bahwa masalah kesehatan mental harus diedukasikan ke semua kalangan, terutama ibu hamil, ibu nifas, serta suami dan keluarganya. “Kami harapkan ibu-ibu hamil dan nifas dapat memahami dan mengimplementasikan ilmu yang didapat. Ibu-ibu kader yang hadir juga dapat melanjutkan pengetahuan ini ke rekan-rekan di wilayahnya, baik di lingkungan masyarakat maupun di posyandu. Jika ada masalah, temui profesional untuk berkonsultasi. Support system dari keluarga adalah yang utama. Jangan dipendam sendiri, carilah teman curhat agar masalah tidak menjadi bom waktu dalam tubuh kita,” pungkasnya.

Seminar berlangsung dengan antusias diikuti puluhan peserta yang terdiri dari ibu hamil, ibu nifas, serta kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Jaka Setia. Hadir pula sebagai narasumber adalah dalam seminar tersebut adalah Founder Motherhope Indonesia, Nur Yanayirah. (gud)