Menuju Kebijakan Berbasis Data, Pemkab Bekasi dan BPS Gaungkan Program Desa Cantik 2026 di Tiga Lokasi - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Menuju Kebijakan Berbasis Data, Pemkab Bekasi dan BPS Gaungkan Program Desa Cantik 2026 di Tiga Lokasi

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin didampingi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bekasi, Krido Saptono, menandatangani Piagam Pencanangan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik).
Prakata.com – Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi meluncurkan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) untuk Tahun 2026. Program perdana ini menyasar tiga desa, yaitu Desa Babelan Kota di Kecamatan Babelan, Desa Sukadanau di Kecamatan Cikarang Barat, serta Desa Karangmekar di Kecamatan Kedungwaringin.

Peluncuran program berlangsung secara daring pada Selasa (12/05/2026) bertempat di Ruang Command Center Diskominfosantik, Komplek Pemda Bekasi, Cikarang Pusat. Acara ini dihadiri oleh sejumlah perangkat daerah terkait, para camat, serta aparatur desa dari tiga lokus yang ditetapkan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, menyatakan bahwa pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap Program Desa Cantik sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketersediaan data. Menurutnya, akurasi data menjadi modal fundamental dalam merumuskan kebijakan pembangunan.

"Data memiliki peranan yang sangat penting karena menjadi fondasi dalam perencanaan pembangunan. Sebagai contoh, ketika hendak membangun infrastruktur jalan, pemerintah wajib mengetahui secara pasti jumlah ruas jalan yang rusak di Kabupaten Bekasi. Berdasarkan data tersebut, intervensi pembangunan dapat disesuaikan dengan kapasitas anggaran yang ada, sehingga skala prioritas pun bisa ditentukan," jelas Endin.

Endin turut mengapresiasi inisiasi Program Desa Cantik dari BPS dan berharap kolaborasi antara Pemkab Bekasi dengan BPS terus semakin erat dan berkesinambungan. Ia optimistis program ini mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penyediaan data yang akurat serta tepat sasaran.

"Kami berharap Program Desa Cantik ini dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dengan data yang valid dan tepat guna, tentu akan sangat mendukung pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan yang lebih presisi," tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Bekasi, Krido Saptono, menjelaskan bahwa mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 39 tentang Satu Data Indonesia, BPS selaku pembina data memiliki kewajiban untuk memberikan literasi serta pemahaman terkait statistik kepada seluruh pemangku kepentingan di lingkungan pemerintah daerah, termasuk hingga tingkat desa, melalui Program Desa Cantik.

Ia menuturkan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengelola data secara sistematis, terstandar, dan berkelanjutan, sehingga dapat menjadi landasan bagi pengambilan kebijakan yang tepat sasaran. Hal ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden RI yang menempatkan pembangunan dari desa sebagai titik awal.

"Melalui Program Desa Cantik, kami membina desa-desa terpilih yang menjadi lokus tahun 2026. Harapannya, aparatur desa mampu mengelola data sesuai standar, membuat website desa, menyusun monografi desa, hingga menggunakan data statistik sebagai dasar pengambilan kebijakan berbasis bukti di tingkat desa," jelas Krido.

Krido menambahkan, program ini juga melibatkan pembentukan agen statistik di setiap desa binaan serta berkolaborasi dengan Diskominfosantik dan DPMD untuk memperluas pemahaman mengenai pengelolaan data ke desa-desa lainnya.

"Keberadaan agen statistik desa ini diharapkan mampu menyebarluaskan pemahaman tentang pengelolaan data ke berbagai desa. Contohnya Desa Sukadanau nantinya bisa menjadi percontohan dan berbagi ilmu dengan seluruh desa lain yang ada di Kecamatan Cikarang Barat," ujarnya.

Kepala BPS juga meminta dukungan dari aparatur desa dalam pelaksanaan pengumpulan data Sensus Ekonomi serta pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Menurutnya, pembinaan melalui Program Desa Cantik juga diarahkan untuk memperkuat pengelolaan data dalam kedua kegiatan besar tersebut. (gud)