![]() |
| Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI saat melakukan kunjungan kerja ke RS Siloam Bogor. |
Adapun Program Jaminan Kesehatan Utama (Jamkestama) yang
diperuntukkan bagi anggota DPR dan keluarganya telah diatur dalam Peraturan
Presiden Nomor 68 Tahun 2014 beserta aturan turunannya. Sejak tahun 2014,
pemerintah juga telah menunjuk PT Asuransi Jasindo untuk mengelola program
tersebut.
Lewat kunjungan ini, BURT DPR RI ingin memastikan bahwa
Program Jamkestama berjalan sesuai regulasi sekaligus menyerap beragam masukan
dari pihak rumah sakit guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Novita
Wijayanti menegaskan, rumah sakit tidak boleh semata-mata mengejar keuntungan,
melainkan harus mampu memberikan pelayanan yang menyentuh hati para pasien.
"Pelayanan harus prima. Sarana, prasarana, dokter,
hingga obat-obatan harus lengkap. Namun yang terpenting adalah aspek humanis,
ramah, dan dilayani dari hati ke hati," ujar Novita di Kota Bogor, Jawa
Barat, Senin (11/05/2026).
Menurut politisi tersebut, pasien yang datang berobat
umumnya berada dalam kondisi lemah dan sangat membutuhkan perhatian ekstra.
Pelayanan yang buruk justru dapat memperparah kondisi psikologis pasien.
"Jangan sampai orang sakit dilayani dengan tidak baik. Bukannya sembuh,
malah menimbulkan penyakit lain," tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Novita memberikan apresiasi
terhadap fasilitas unggulan Siloam Bogor, terutama layanan klinik cedera
olahraga (sport clinic). Ia menilai fasilitas itu kian dibutuhkan masyarakat
seiring dengan meningkatnya gaya hidup sehat dan kegemaran berolahraga.
"Sekarang masyarakat makin gemar olahraga, tentu risiko cedera juga naik.
Keberadaan sport clinic seperti ini sangat penting agar masyarakat mendapat
penanganan yang tepat," katanya.
Selain itu, BURT DPR RI juga menyoroti perlunya seorang PIC
(penanggung jawab khusus) bagi anggota DPR saat menjalani pengobatan. Hal ini
bertujuan agar pelayanan berlangsung lebih cepat, nyaman, dan terkoordinasi
dengan baik.
Sementara itu, Executive Director Rumah Sakit Siloam Bogor,
Eric R. Hilman, menegaskan komitmen rumah sakitnya untuk melayani semua
kalangan masyarakat tanpa membedakan status ekonomi. "Kami melayani semua
level masyarakat. Lebih dari separuh layanan kami juga untuk pasien BPJS.
Dengan dukungan pemerintah dan skala pelayanan yang besar, kami yakin dapat
memberikan harga yang lebih terjangkau," jelas Eric.
Dia memaparkan, Siloam Bogor saat ini memiliki sekitar 90
dokter spesialis dan 9 subspesialis dengan kapasitas 100 tempat tidur. Rumah
sakit yang berdiri sejak 2017 ini terus melakukan inovasi layanan berbasis
teknologi modern. Salah satu unggulannya adalah teknologi robotik Da Vinci
untuk transplantasi hati donor, yang memungkinkan luka operasi lebih kecil dan
pemulihan lebih cepat. Pihaknya juga tengah bersiap meluncurkan sport clinic
bagi atlet maupun masyarakat umum yang mengalami cedera olahraga.
"Peruntukannya bukan hanya atlet profesional, tetapi juga masyarakat yang
ingin meningkatkan performa olahraga atau pulih dari cedera," ujarnya.
Layanan unggulan lain yang dimiliki Siloam Bogor meliputi
kardiologi komprehensif, ortopedi untuk cedera olahraga, hingga layanan stroke
bersertifikasi internasional. Di tengah tingginya kebutuhan masyarakat akan
layanan kesehatan berkualitas, kunjungan BURT DPR RI ini menjadi pengingat
bahwa pelayanan kesehatan sejatinya bukan hanya soal teknologi dan fasilitas
modern, tetapi juga tentang kepedulian dan sentuhan kemanusiaan.
"Pelayanan adalah nomor satu. Baik peralatan, sarana, maupun sikap humanis kepada pasien. Jangan mahal-mahal, supaya masyarakat tidak merasa terbebani saat berobat," pungkas Novita. (rni/um)


