Wakapolri Resmikan Jembatan Perintis "Dhira Brata" Wujudkan Arahan Presiden Prabowo - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Wakapolri Resmikan Jembatan Perintis "Dhira Brata" Wujudkan Arahan Presiden Prabowo

Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Dedi Prasetyo meresmikan jembatan Dhira Brata.
Prakata.com – Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Polda Sulawesi Tenggara, Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Dedi Prasetyo meresmikan 17 jembatan perintis pada Selasa (21/4/2026). Dua di antaranya merupakan jembatan utama bernama "Dhira Brata" yang berlokasi di Desa Sabilambo, Kabupaten Kolaka, serta Desa Silui, Kecamatan Ueesi, Kabupaten Kolaka Timur.

Peresmian tersebut merupakan realisasi dari instruksi Presiden Prabowo Subianto mengenai pembangunan jembatan perintis yang bertujuan membuka akses wilayah, mempercepat konektivitas, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Pembangunan jembatan perintis yang diinisiasi oleh Polri di wilayah Polda Sulawesi Tenggara ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dasar, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan peningkatan akses transportasi maupun kawasan dengan tingkat kerawanan tertentu.

Jembatan-jembatan tersebut direncanakan akan melayani lebih dari 1.200 Kepala Keluarga (KK) atau setara dengan ribuan jiwa, sekaligus menghubungkan lebih dari sembilan desa di wilayah Kolaka dan Kolaka Timur.

Proyek pembangunan dilakukan melalui kerja sama antara Polri dan masyarakat dengan mengusung semangat gotong royong, serta didukung oleh konsultasi konstruksi profesional guna menjamin keamanan dan keberlanjutan infrastruktur.

"Pembangunan ini adalah bukti nyata kehadiran negara melalui Polri di tengah-tengah masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa akses masyarakat tidak lagi terhambat, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah," ujar Wakapolri.

Wakapolri menegaskan bahwa pembangunan jembatan perintis ini sejalan dengan arahan Presiden dalam membangun infrastruktur yang adaptif terhadap kondisi geografis Indonesia.

“Presiden Prabowo menekankan bahwa Indonesia memiliki karakter geografis yang penuh potensi sekaligus risiko bencana. Oleh karena itu, kita harus membangun infrastruktur yang tangguh dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah,” pungkasnya. (Rtm)