![]() |
| Pengamat kepolisian, Poengky Indarti. |
"Tes narkoba perlu dilakukan secara berkala kepada
seluruh personel, namun dengan jadwal yang tidak diketahui sebelumnya,"
ujar Poengky di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Ia menambahkan, bentuk pengawasan lain yang dapat diterapkan
antara lain inspeksi mendadak terhadap anggota yang mengunjungi tempat hiburan,
serta penggunaan body worn camera untuk memastikan profesionalisme personel
saat bertugas.
Poengky juga menyoroti pentingnya pencegahan dari dalam diri
masing-masing personel. Menurutnya, pengendalian diri yang kuat sangat
diperlukan agar anggota tidak mudah tergoda mengonsumsi narkoba.
"Biasanya gaya hidup dan pergaulan yang keliru menjadi
pemicu utama anggota polisi terjerumus," jelasnya.
Ia pun mengingatkan perlunya peran aktif keluarga, atasan
langsung, serta kelompok sebaya dalam mengawasi perilaku personel agar tidak
terlibat dengan barang haram tersebut.
Mantan Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) itu
juga merekomendasikan adanya layanan konseling dan bimbingan rohani yang dapat
membantu menjaga kesehatan mental personel.
"Tugas kepolisian sangat berat dan rentan menyebabkan
stres atau kelelahan mental, sehingga perawatan jiwa bagi anggota menjadi hal
yang krusial," ungkapnya.
Poengky menambahkan, penting bagi Polri untuk terus
menanamkan nilai-nilai kecintaan terhadap institusi melalui sikap dan perilaku
yang sesuai dengan pedoman Tri Brata dan Catur Prasetya.
"Dengan langkah-langkah pencegahan tersebut, pimpinan
diharapkan mampu mengontrol anggotanya agar tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan
narkoba," tuturnya.
Ia menekankan bahwa upaya pencegahan ini harus menjadi
prioritas, terutama di daerah-daerah yang tergolong rawan peredaran narkoba
seperti Sumatera Utara, Aceh, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Sumatera Selatan,
dan Kalimantan Selatan.
Tak hanya itu, perhatian khusus juga perlu diberikan pada wilayah perbatasan yang menjadi pintu masuk penyelundupan narkoba, antara lain Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, serta pesisir Pantai Barat Sulawesi. (Rtm)


