Anim Imamuddin 'Turun Gunung' Jemput Aspirasi Warga Jatisari dalam Reses - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Anim Imamuddin 'Turun Gunung' Jemput Aspirasi Warga Jatisari dalam Reses

Anggota DPRD Kota Bekasi, Anim Imamuddin, melakukan kegiatan reses di RW 10, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih pada Senin (16/2/2026) malam.
Prakata.com – Suasana keakraban terlihat dalam kegiatan reses yang digelar Anggota DPRD Kota Bekasi, Anim Imamuddin, di RW 10, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih pada Senin (16/2/2026) malam. Momen ini tidak hanya menjadi ajang laporan kinerja, tetapi juga wadah bagi warga untuk menyuarakan langsung kebutuhan lingkungannya.

Anim menegaskan bahwa reses merupakan wujud tanggung jawab moral kepada konstituen, bukan sekadar seremonial belaka. Dalam forum tatap muka itu, ia merinci berbagai program yang telah terealisasi, dengan fokus pada pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada keseharian masyarakat.

"Tugas kami tidak hanya mendengar, tetapi juga melaporkan apa yang telah diperjuangkan. Mulai dari perbaikan jalan, drainase, hingga sektor pendidikan, kesehatan, dan kegiatan sosial, semua kami dorong agar terealisasi," ujar Anim di hadapan warga.

Salah satu keberhasilan yang paling terasa adalah perubahan signifikan pada infrastruktur jalan lingkungan. Anim menggambarkan, jika dahulu warga harus bersusah payah melewati jalan berlubang dan bergelombang, kini kondisi tersebut telah berubah total. Jalan lingkungan yang dulu rusak parah kini telah berubah mulus, memberikan kenyamanan baru bagi mobilitas sehari-hari.

"Bayangkan dulu, jalan seperti ombak kecil, naik-turun. Sekarang sudah rata dan mulus. Ini adalah kebutuhan dasar yang terus kami prioritaskan," tambahnya.

Tak berhenti di infrastruktur fisik, isu lingkungan seperti pengelolaan sampah juga mendapat perhatian serius. Anim mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menggodok regulasi daerah untuk memperkuat program bank sampah. Langkah ini diharapkan tidak hanya menciptakan lingkungan bersih, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga melalui daur ulang sampah bernilai jual.

"Kami siapkan payung hukumnya. Dengan regulasi yang kuat, bank sampah bisa berkembang jadi kegiatan ekonomi produktif yang mendapat dukungan pemerintah dan insentif," jelasnya.

Dalam sesi dialog, sejumlah warga juga menyampaikan harapan akan bantuan ekonomi produktif, seperti ternak ayam dan bibit ikan. Menanggapi hal itu, Anim meminta warga untuk segera membentuk Kelompok Usaha Tani (KUT) yang terdaftar secara resmi di kelurahan.

"Setelah legalitas terbentuk, kami akan fasilitasi pengajuannya ke Dinas Ketahanan Pangan melalui mekanisme aspirasi dewan. Syaratnya harus berkelompok dan resmi," terangnya.

Secara umum, kebutuhan akan infrastruktur lingkungan seperti jalan dan drainase masih mendominasi aspirasi warga Jatisari. Namun, usulan di bidang pendidikan, kesehatan, dan kegiatan sosial juga turut mewarnai jalannya reses. Anim berjanji akan terus mengawal setiap masukan agar dapat terintegrasi dalam program pembangunan pemerintah daerah.

"Infrastruktur memang yang paling banyak disuarakan, tapi kami pastikan sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi juga berjalan beriringan," tutupnya. (Gud)