Banjir Masih Jadi PR, Anggota DPRD Kota Bekasi Pantau Realisasi Pembangunan di Durenjaya - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

Banjir Masih Jadi PR, Anggota DPRD Kota Bekasi Pantau Realisasi Pembangunan di Durenjaya

Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Golkar, Dariyanto, saat meninjau hasil pembangunan di RW 03 Durenjaya, Bekasi Timur, Jumat (7/11/2025).
Prakata.com - Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Golkar, Dariyanto, turun langsung ke lapangan untuk memantau hasil pembangunan yang bersumber dari pokok-pokok pikiran (pokir) di RW 03, Kelurahan Durenjaya, Kecamatan Bekasi Timur, pada Jumat (7/11/2025).

Dalam kunjungannya tersebut, Dariyanto menyatakan bahwa sejumlah program infrastruktur dasar untuk tahun 2025 telah menunjukkan progress yang positif. Beberapa perbaikan jalan lingkungan dan saluran air di wilayah itu dilaporkan sudah selesai dikerjakan.

“Untuk tahun 2025, beberapa pekerjaan jalan dan saluran di sejumlah lokasi sudah rampung. Ke depan, saya akan melanjutkan reses di wilayah Margahayu, tepatnya di JRW 14 dan 18, untuk memantau perkembangan di sana,” jelas Dariyanto usai menggelar Reses III Tahun 2025.

Meski mencatat sejumlah keberhasilan, politisi Golkar ini mengakui masih ada tantangan besar yang belum terselesaikan, yaitu persoalan banjir yang kerap melanda kawasan tersebut. Menurutnya, hampir seluruh RT dari 1 hingga 6 sudah menikmati pembangunan, termasuk selesainya Sekretariat RW. Namun, banjir masih menjadi langganan di RT 2, RT 5, dan RT 6.

“Kendala utamanya ada pada sistem pembuangan air yang harus melewati kawasan perumahan Springfield. Ini yang agak rumit penyelesaiannya,” ungkapnya.

Dariyanto menjelaskan bahwa RW 03 berfungsi seperti daerah resapan karena kontur tanahnya lebih rendah, sehingga menampung aliran air dari wilayah sekitarnya, termasuk RW 02.

“RW 03 ini menjadi titik tumpu aliran air dari RW 02 dan sekitarnya. Karena tanahnya lebih rendah, air sering tertahan di sini. Butuh usaha dan waktu ekstra untuk menanganinya,” tambahnya.

Sebagai solusi, ia berencana mengusulkan penanganan bertahap melalui perubahan anggaran pada 2026.

“Kami berharap kekurangan dalam pembangunan ini dapat dimasukkan dalam perubahan anggaran tahun 2026. Jika memungkinkan, dalam dua tahun ke depan masalah banjir sudah bisa mulai ditangani,” paparnya.

Dengan pendekatan reses yang berfokus pada solusi, Dariyanto menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat dan memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan warga, terutama dalam mengatasi banjir yang masih menjadi momok di Durenjaya. (Gud)