![]() |
| Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Ilham Permana. |
"Kami setuju dengan usulan tambahan anggaran, tapi ada
catatan penting. Di RRI, 98% anggaran dialokasikan untuk dukungan manajemen,
sementara hanya 2% untuk program siaran. Ini sangat tidak seimbang,"
ujarnya di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta.
Kondisi serupa terjadi di TVRI, di mana 63% anggaran
dialokasikan untuk manajemen dan hanya 37% untuk program siaran publik. Menurut
Ilham, hal ini menunjukkan ketidakjelasan prioritas dan perlu dievaluasi
ulang.
"Anggaran seharusnya lebih besar untuk produksi dan
siaran yang bermanfaat bagi masyarakat, bukan dominan untuk manajemen,"
tegasnya.
Ilham meminta kedua lembaga melakukan revisi alokasi sebelum
Komisi VII menyetujui tambahan anggaran sebesar Rp1 triliun untuk TVRI dan
Rp600 miliar untuk RRI. Ia menegaskan, dominasi belanja manajemen berisiko
mengurangi kepercayaan publik.
"Jika lebih banyak dana dipakai untuk manajemen
daripada siaran, berarti perencanaannya tidak tepat. Fungsi utama sebagai
lembaga penyiaran publik jangan sampai terabaikan," tegasnya.


