tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

China Desak AS Tidak Menghalangi Keanggotaan Penuh Palestina di PBB

Presiden China Xi Jinping (kanan) dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Riyadh, Arab Saudi pada 2022 lalu.
Prakata.com - Duta Besar China untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Fu Cong, pada hari Jumat menegaskan dukungan pemerintahnya terhadap peninjauan kembali Dewan Keamanan PBB terkait status keanggotaan penuh Palestina di PBB. Ia juga meminta Amerika Serikat untuk tidak menghambat proses ini.

Fu Cong, dalam pidatonya di Balai Sidang Umum PBB, menyatakan bahwa China mendukung peninjauan awal Dewan Keamanan atas permohonan Palestina untuk menjadi anggota penuh, sesuai dengan resolusi DK. Ia berharap negara-negara lain tidak akan menciptakan lebih banyak hambatan atau penundaan.

Pada hari yang sama, Majelis Umum PBB mengesahkan resolusi yang mengakui bahwa Palestina memenuhi syarat untuk menjadi anggota organisasi internasional ini. Resolusi ini disetujui dengan 143 suara mendukung, 9 menentang, dan 25 abstain. Ini memberikan Palestina lebih banyak hak sesuai dengan statusnya sebagai “Negara Pengamat Permanen”.

Namun, pada bulan April, Amerika Serikat memveto resolusi yang diajukan oleh Aljazair di Dewan Keamanan PBB, yang merekomendasikan Majelis Umum PBB untuk menerima Palestina sebagai anggota. Inggris dan Swiss memilih untuk abstain, sementara anggota lainnya memberikan suara mendukung.

Sejak tahun 2012, Palestina telah memiliki status pengamat tetap di PBB, sementara Israel telah menjadi anggota organisasi ini sejak tahun 1948. (Zen)

Ikuti Berita Terbaru di Google News & WA Channel