‎Tekan Gangguan Perjalanan, Jasa Marga Genjot Preservasi Tol Terencana - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

‎Tekan Gangguan Perjalanan, Jasa Marga Genjot Preservasi Tol Terencana

Pemeliharaan jalan tol sebagai upaya memenuhi standar pelayanan minimal PT Jasa Marga.
Prakata.com – PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) terus mengoptimalkan preservasi jalan tol secara terencana. Langkah ini untuk menjaga keandalan infrastruktur, memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta mendukung keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Perseroan juga berupaya menekan gangguan terhadap kelancaran perjalanan.
‎
‎Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyebut preservasi sebagai bagian penting untuk menjaga kualitas infrastruktur tol di tengah beban lalu lintas harian. Pelaksanaan pemeliharaan disesuaikan secara terukur dengan kondisi perkerasan dan tingkat kerusakan di lapangan agar penanganan tepat.
‎
‎Rivan menjelaskan bahwa jalan tol setiap hari menerima beban lalu lintas. Karena itu, preservasi berkala diperlukan untuk menjaga kondisi perkerasan dan mencegah kerusakan meluas.
‎
‎“Jalan tol menerima beban lalu lintas setiap hari sehingga membutuhkan preservasi berkala untuk menjaga kondisi perkerasan dan mencegah kerusakan berkembang lebih jauh,” ujar Rivan.
‎
‎“Pemeliharaan yang tepat menjadi bagian penting dalam mempertahankan keandalan infrastruktur dalam jangka panjang, karena kualitas jalan tol yang terjaga turut mendukung perjalanan pengguna jalan yang lancar, aman dan nyaman,” lanjutnya.
‎
‎Rivan menambahkan, preservasi merupakan bagian dari penguatan transformasi layanan berbasis customer experience dan customer journey. Langkah itu sejalan dengan arahan Danantara Indonesia dalam mendorong transformasi pelayanan BUMN untuk meningkatkan kualitas layanan dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
‎
‎“Jasa Marga terus memperkuat integrasi tiga pilar layanan meliputi preservasi, rest area, dan layanan informasi jalan tol. Sebagai bagian dari transformasi pelayanan untuk meningkatkan customer experience,” ujarnya.
‎
‎Rivan mengakui, tantangan menjaga kondisi perkerasan tol salah satunya kendaraan dengan muatan berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL). Beban kendaraan yang melampaui batas kemampuan desain jalan dapat mempercepat kerusakan struktur perkerasan.
‎
‎Akibatnya, umur layanan jalan tol berpotensi lebih pendek dan kebutuhan preservasi meningkat. “Kondisi ini semakin menegaskan pentingnya pengendalian kendaraan ODOL untuk menjaga kualitas dan keberlanjutan infrastruktur jalan tol,” tambah Rivan.
‎
‎Jasa Marga menyesuaikan metode preservasi dengan jenis dan tingkat kerusakan perkerasan. Penanganan ringan dilakukan melalui patching atau penambalan pada titik kerusakan. Scrapping & filling dilakukan dengan mengupas lapisan aspal yang kualitasnya menurun dan menggantinya dengan lapisan baru.
‎
‎Sebagian pekerjaan dijadwalkan malam hari, khususnya pukul 22.00–05.00, dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas dan kebutuhan penanganan. Pengaturan jadwal dan tahapan pekerjaan dilakukan untuk meminimalkan gangguan perjalanan tanpa mengabaikan kualitas hasil dan keselamatan.
‎
‎Untuk kerusakan lebih berat, Jasa Marga dapat merekonstruksi perkerasan jalan beraspal maupun beton. Pekerjaan mencakup pembongkaran bagian perkerasan rusak dan perbaikan struktur sesuai kebutuhan teknis, termasuk pemulihan lapisan fondasi atau penggantian pelat beton.
‎
‎Durasi rekonstruksi bergantung pada tingkat kerusakan, metode penanganan, dan kondisi lapangan. Berbeda dengan penanganan ringan, rekonstruksi membutuhkan waktu sekitar 1–4 hari. Pada pekerjaan beton, jalan baru dibuka kembali setelah memenuhi persyaratan teknis yang ditetapkan untuk memastikan keamanan pengguna jalan.
‎
‎Rivan memahami pekerjaan preservasi dapat memengaruhi kelancaran perjalanan pengguna jalan. “Kami memahami bahwa pekerjaan preservasi dapat memengaruhi kelancaran perjalanan pengguna jalan dan memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan,” ujarnya.
‎
‎Ia menegaskan pelaksanaan pekerjaan terus dievaluasi. “Karena itu, pelaksanaan pekerjaan terus kami evaluasi, mulai dari pengaturan waktu dan tahapan pengerjaan hingga pengamanan di lokasi, agar gangguan perjalanan dapat diminimalkan dengan tetap mengutamakan kualitas pekerjaan dan keselamatan,” tutupnya.
‎
‎Jasa Marga mengimbau pengguna jalan mengantisipasi waktu perjalanan, mematuhi rambu dan arahan petugas di sekitar lokasi pekerjaan, serta mengutamakan keselamatan berkendara. (Ana)


Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel