![]() |
| Anggota DPR RI Komisi XII dari Fraksi PKS Jalal Abdul Nasir. |
Menurutnya, dana ini tidak memadai untuk mengawal kebijakan lingkungan, termasuk misi natural emission dan pencegahan karhutla yang berulang. Hal itu disampaikan Jalal saat ditemui di Bekasi, Minggu (18/10/2026).
Menurut Jalal, Kementerian Lingkungan Hidup saat ini dipimpin menteri baru sehingga membutuhkan dukungan anggaran untuk membangun organisasi dan budaya kerja.
“Kementerian Lingkungan Hidup mengajukan Rp 2,7 T tapi hanya disetujui Rp 1,2 T. Jadi memang sebetulnya itu menterinya baru, perlu membangun organisasi, membangun budaya-budaya manusia ini,” ujarnya.
Jalal menegaskan anggaran tersebut sangat tidak memadai. “Sangat tidak memadai buat mengawal bagaimana lingkungan ini bisa bertahap sebagaimana misi natural emission, misi termasuk mencegah karhutla yang berulang itu kan, BNPB itu juga sama saya kira, jadi dana-nya masih minim karena kan ada program nasional yang lain,” kata Jalal.
Di sisi lain, Jalal mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto membentuk Danantara. Menurutnya, kebijakan itu merupakan upaya membuat lompatan agar dukungan BUMN pada tahun-tahun mendatang lebih optimal.
“Saya sih mengapresiasi Pak Prabowo, bikin danantara, karena itu memang pengen bikin lompatan supaya daya dukungan BUMN di tahun-tahun datang itu akan lebih optimal,” tuturnya.
Ia mencontohkan sejumlah negara seperti Singapura, Arab Saudi, dan Norwegia yang membentuk holding BUMN agar keuntungan BUMN optimal setiap tahun.
“Nanti kalau hubungan BUMN itu sudah makin bagus, setiap tahun ada angka yang besar dari dividen danantara ini buat men-support APBN kita,” ujar Jalal.
Jalal menyebut proses tersebut sebagai tahapan yang harus dilalui bangsa. Ia berharap setelah 2027, 2028, dan 2029, APBN semakin optimal dan program-program pemerintah semakin terintegrasi.
“Itu kan sekarang isu yang kita tangkap itu sangat-sangat yang di Kopdes itu ya. Padahal nggak apa-apa, pendidikan dan kesehatan itu juga sama sebetulnya terus didukung, ditingkatkan,” katanya.
Terkait politik, Jalal mengingatkan pentingnya dukungan terhadap pemerintah yang sedang berkuasa dan mengurangi konflik.
“Ini mungkin saya kira PR sebagai bangsa, bagaimana agar perpolitikan itu, siapa yang sedang berkuasa, sudah kita dukung. Udah kita dukung, jangan terlalu banyak konflik pertarungan sengit antara dua pihak gitu ya,” ucapnya.
Ia khawatir konflik yang tidak diselesaikan akan membuat presiden siapa pun selalu menghadapi masalah.
“Mudah-mudahan tahun-tahun depan, isu lingkungan juga makin, makin dikawal dengan baik,” pungkas Jalal. (gud)
Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel


