![]() |
| Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, memberikan keterangan kepada awak media usai dilantik oleh Gubernur Jawa Barat. |
Asep mengisi posisi yang sebelumnya dipegang Ade Kuswara Kunang, yang diberhentikan akibat terlibat perkara korupsi. Dengan pelantikan ini, Asep bertanggung jawab menjalankan pemerintahan Kabupaten Bekasi sampai periode jabatan berakhir pada 2030.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi menyoroti isu lingkungan yang hingga kini masih menjadi persoalan di Kabupaten Bekasi. Menurutnya, wilayah dengan potensi keuangan besar itu masih bergelut dengan masalah kebersihan, seperti kawasan kumuh, sampah yang berserakan, serta sungai yang dipenuhi sampah.
Dedi pun mendesak Asep untuk melakukan tindakan nyata dalam membenahi lingkungan dan menata wilayah Kabupaten Bekasi. Ia menilai, kapasitas daerah dalam mengelola anggaran harus sejalan dengan penataan wilayah yang baik.
"Dengan begitu, pembangunan tidak hanya tercermin dari besarnya anggaran, tetapi juga dari lingkungan yang bersih, tertata, dan nyaman bagi masyarakat," kata KDM.
Pesan itu menjadi tantangan awal bagi Asep setelah resmi menjabat. Penanganan sampah, peningkatan kualitas lingkungan, dan penataan kawasan permukiman menjadi sejumlah isu yang perlu mendapat perhatian.
Profil Asep Surya Atmaja
Asep Surya Atmaja lahir di Bekasi pada 22 September 1976. Sebelum berkecimpung di dunia politik, ia menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Trisakti dan lulus pada 2004.
Pendidikan dasarnya ia jalani di SDN 1 Lemahabang (1983–1989), lalu berlanjut ke SMPN 1 Cikarang (1989–1992) dan SMAN 1 Lemahabang (1992–1995).
Selain berprofesi sebagai dokter, Asep aktif di sejumlah organisasi kemasyarakatan dan profesi. Ia tercatat sebagai Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) periode 2023–2027.
Asep juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) periode 2004–2029 dan Dewan Penasihat Asklin Kabupaten Bekasi periode 2014–2029.
Di bidang kemasyarakatan, ia menjabat sebagai bendahara Forum Komunikasi Ulama dan Tokoh Masyarakat periode 2024–2029. Ia juga tercatat sebagai Wakil Bendahara Pemuda Pancasila periode 2006–2029.
Perjalanan Politik
Karier politik Asep dimulai lewat Partai Golkar. Pada Pemilu 2019, ia terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari daerah pemilihan Bekasi 6.
Selama menjadi legislator, Asep aktif di Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi yang bermitra dengan bidang pendidikan, ketenagakerjaan, sosial, dan kesehatan. Ia juga pernah dipercaya sebagai Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Bekasi.
Pada 2024, Asep berpindah ke Partai Buruh setelah sebelumnya berkarier di Partai Golkar. Dalam Pilkada Kabupaten Bekasi 2024, Partai Buruh bersama PDI-P mengusung Asep sebagai calon wakil bupati mendampingi Ade Kuswara Kunang.
Pasangan tersebut meraih 666.494 suara atau 45,68 persen dalam Pilkada Kabupaten Bekasi 2024. Kemenangan itu mengantar Asep menjadi Wakil Bupati Bekasi sebelum akhirnya dilantik menjadi bupati untuk melanjutkan sisa masa jabatan 2025–2030.
Harta Kekayaan
Selain rekam jejak pendidikan dan politik, harta kekayaan Asep juga dapat diketahui publik melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Berdasarkan data dalam bahan laporan, Asep melaporkan kekayaannya pada 31 Desember 2025 dengan nilai bersih sebesar Rp4.152.942.940 atau sekitar Rp4,15 miliar, setelah dikurangi utang.
Berikut rincian harta kekayaan Asep berdasarkan data tersebut:
Tanah dan bangunan
Nilai keseluruhan tanah dan bangunan yang dilaporkan mencapai Rp5.667.503.920. Aset tersebut terdiri atas sejumlah bidang tanah dan bangunan yang berada di Kabupaten/Kota Bekasi.
Alat transportasi dan mesin
Asep melaporkan aset kendaraan dengan nilai total Rp957 juta. Kendaraan yang tercantum dalam laporan meliputi:
- Nissan X-Trail 2.5 2WD CVT ST A/T tahun 2010 senilai Rp82 juta.
- Nissan Teana 2.5 CVT 4x2 A/T tahun 2014 senilai Rp150 juta.
- BMW 730 Li AT (CBU) tahun 2015 senilai Rp600 juta.
- Nissan Serena 2.0 Highway Star 4x2 AT tahun 2013 senilai Rp125 juta.
Kas dan setara kas
Nilai kas dan setara kas yang dilaporkan mencapai Rp176.439.020.
Utang
Asep tercatat memiliki utang sebesar Rp2.648.000.000.
Berdasarkan rincian tersebut, total aset sebelum dikurangi utang mencapai Rp6.800.942.940. Setelah dikurangi kewajiban, nilai kekayaan bersihnya menjadi Rp4.152.942.940. (gud)
Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel


