![]() |
| Anggota DPRD Kota Bekasi, Muhammad Kamil saat menggelar reses di Bekasi Utara. |
Dalam kegiatan itu, dua persoalan utama yang disorot masyarakat adalah kemacetan akut di Jembatan Besi serta risiko banjir tahunan akibat meluapnya Kali Bekasi.
Warga mengeluhkan padatnya arus lalu lintas di Jembatan Besi, yang menjadi penghubung antara Bekasi Utara dan Tambun Utara. Kemacetan harian di kawasan tersebut dinilai sudah sangat serius dan memerlukan penanganan lintas pemerintah daerah.
Tak hanya soal macet, warga RW 34 yang tinggal di bantaran Kali Bekasi juga menyampaikan kekhawatiran terhadap banjir kiriman dari Bogor setiap musim hujan. Mereka meminta kepastian atas janji penuraban dan normalisasi sungai yang hingga akhir 2026 belum terlihat tanda-tanda pengerjaan.
Menanggapi hal itu, Kamil menegaskan komitmennya untuk mendorong Pemerintah Kota Bekasi dan instansi terkait agar segera menindaklanjuti keluhan masyarakat.
"Kedua aspirasi ini memang memiliki skala penanganan yang besar. Saya akan mencatat seluruh masukan warga untuk disampaikan ke Pemkot Bekasi maupun ke Anggota DPR RI yang memiliki kewenangan terkait," katanya.
Terkait kemacetan di area Teluk Pucung dan Karang Satria, Kamil menyoroti pentingnya koordinasi antara Pemerintah Kota Bekasi, Pemerintah Kabupaten Bekasi, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia menilai isu kemacetan ini sudah sangat ramai dibicarakan, tetapi pembahasan antarpemerintah daerah masih minim.
Ia mendorong Pemprov Jabar ikut turun tangan, apalagi kontribusi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dari Kota Bekasi termasuk salah satu yang terbesar di Jawa Barat, sehingga masyarakat sudah sepantasnya mendapatkan solusi atas kemacetan tersebut.
Sementara untuk penanganan banjir, Kamil mendesak adanya langkah komprehensif dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Ia berharap ada tindakan konkret untuk penyelesaian penuraban dan normalisasi, karena Bekasi Utara dan Jatiasih merupakan wilayah yang paling sering terdampak banjir kiriman. Dengan begitu, kejadian berulang yang menimpa warga bantaran Kali Bekasi dapat segera teratasi.
"Kita berharap ada langkah konkret untuk penyelesaian penuraban dan normalisasi agar kejadian berulang yang menimpa warga bantaran Kali Bekasi," pungkasnya. (Gud)
Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel


