![]() |
| Fendaby Surya Putra duduk di tengah warga berfoto bersama dalam reses III tahun 2026, Jumat (9/10/2026) malam. |
Seorang kader Posyandu yang hadir menyampaikan harapannya agar bantuan operasional yang selama ini diterima dapat ditingkatkan. Menurutnya, besaran bantuan saat ini belum sebanding dengan beban tugas dan tanggung jawab yang diemban para kader dalam melayani kesehatan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Fendaby mengungkapkan bahwa pihaknya akan mendorong perubahan skema bantuan operasional menjadi insentif bagi kader Posyandu. Ia menilai, perubahan nomenklatur ini menjadi salah satu cara agar dukungan anggaran bagi para kader bisa lebih tepat guna.
"Supaya kader Posyandu bisa mendapatkan insentif, mungkin nomenklaturnya bisa diubah dari bantuan operasional menjadi insentif. Selain itu, dari sisi besaran juga mudah-mudahan bisa dinaikkan," ujar Fendaby.
Ketua DPD PKS Kota Bekasi itu mengakui bahwa kenaikan anggaran memerlukan perhitungan yang cermat. Meski demikian, ia berharap ada peningkatan yang dapat dirasakan langsung oleh para kader yang selama ini menjadi tulang punggung pelayanan kesehatan di tingkat lingkungan.
"Kalau dihitung-hitung, secara anggaranya mungkin kenaikannya tidak seberapa. Tetapi, ini tetap akan kita perjuangkan agar bisa masuk dalam anggaran tahun 2028," katanya.
Fendaby menegaskan komitmennya untuk mengawal aspirasi tersebut melalui pembahasan anggaran bersama pemerintah daerah. Ia berharap upaya ini menjadi bentuk perhatian lebih terhadap kesejahteraan kader Posyandu yang selama ini berperan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.
"Insyaallah, siap kita perjuangkan insentif kader Posyandu di tahun 2028," tegasnya.
Selain persoalan insentif, warga juga menyampaikan aspirasi terkait lingkungan. Mereka meminta adanya normalisasi Kali Fajar serta optimalisasi fungsi polder guna mendukung pengendalian genangan dan banjir di kawasan Jakasampurna. (gud)
Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel


