![]() |
| Jasa Marga Business & Service Immersion: Understanding the Business, Experiencing the Service digelar di Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), Jatiasih, Bekasi, Rabu (07/10/2026). |
Acara ini merupakan bagian dari rangkaian P3MD yang diinisiasi Danantara Indonesia untuk menyiapkan calon pemimpin masa depan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono, Direktur Human Capital & Transformasi Jasa Marga Yoga Tri Anggoro, Direktur Operasi Jasa Marga Fitri Wiyanti, para Group Head dan Direksi Jasa Marga Group, serta perwakilan manajemen Danantara Indonesia.
Rivan menjelaskan bahwa operasional jalan tol memiliki peran strategis dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat dan pergerakan ekonomi nasional. Menurutnya, pekerjaan di BUMN infrastruktur transportasi harus dimaknai sebagai bentuk pengabdian kepada publik.
Ia menegaskan Jasa Marga bukan hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga mengelola lalu lintas yang menjadi nadi perekonomian bangsa. Karena itu, setiap pekerjaan yang dilakukan Roadster Jasa Marga dimaknai sebagai pengabdian kepada masyarakat.
Calon pemimpin BUMN masa depan juga perlu berkomitmen memberikan kontribusi nyata, dengan memastikan setiap keputusan dan langkah yang diambil bermanfaat bagi pelayanan publik.
Rivan menambahkan, kegiatan business immersion ini merupakan bagian penting dari rangkaian pembelajaran P3MD selama sembilan bulan.
Dalam kegiatan itu, peserta dapat melihat langsung bagaimana Jasa Marga mengoptimalkan data operasional melalui teknologi dan digitalisasi untuk meningkatkan standar pelayanan kepada pengguna jalan, mendukung penegakan hukum, hingga menjadi dasar dalam perumusan rekayasa lalu lintas.
Pada kesempatan yang sama, VP Operational Learning & Design PT Danantara Asset Management (DAM) Dumoli HM Sirait menyebutkan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai pengelolaan bisnis BUMN sekaligus mendukung penyusunan Action Learning Project (ALP).
“Program ini dirancang agar para peserta dapat mengamati secara dekat praktik terbaik pengelolaan bisnis di Jasa Marga. Pengalaman lapangan ini menjadi referensi penting bagi peserta, yang didampingi oleh SBM ITB, untuk menyusun Action Learning Project yang aplikatif dan memberikan dampak positif bagi pengembangan BUMN,” kata Dumoli.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, peserta diajak mendalami empat stasiun pembelajaran (learning stations), yaitu Core Operations untuk memahami proses bisnis inti, Technology & Digital untuk melihat otomatisasi sistem dan pemanfaatan data, Quality, Risk & Safety untuk mempelajari keandalan layanan dan manajemen risiko, serta Customer/Distribution yang berfokus pada penyampaian output layanan kepada masyarakat.
Pengalaman peserta kemudian dilanjutkan dengan eksplorasi langsung JMTC sebagai pusat monitoring dan koordinasi operasional jalan tol. Melalui fasilitas ini, peserta melihat bagaimana Jasa Marga memantau kondisi lalu lintas, mendeteksi potensi gangguan, mengidentifikasi insiden, hingga mengoordinasikan respons layanan operasional secara real-time dengan dukungan teknologi dan sistem informasi terintegrasi.
Rangkaian kunjungan dilanjutkan dengan showcase kendaraan operasional. Peserta melihat langsung armada pelayanan lalu lintas PT Jasa Marga Tollroad Operator (JMTO), seperti Mobile Customer Service (MCS), ambulans, derek, dan rescue, serta armada preservasi jalan tol PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM).
Pengalaman peserta tidak berhenti pada pemaparan dan peninjauan lapangan. Peserta juga diajak memecahkan studi kasus operasional melalui diskusi kelompok, dengan menganalisis skenario manajemen lalu lintas saat puncak arus mudik dan penguraian kepadatan rest area. Hasil analisis kemudian dipresentasikan untuk mendapatkan tanggapan langsung dari manajemen Jasa Marga.
Rivan berharap pengalaman interaktif tersebut dapat memperkaya business insight dan leadership lesson bagi seluruh peserta P3MD. Ia juga membuka ruang bagi peserta yang memiliki gagasan inovatif untuk Jasa Marga agar dapat menyampaikannya dan mengembangkan gagasan tersebut bersama Jasa Marga.
“Jika dalam prosesnya muncul gagasan atau inovasi yang dapat dikembangkan bersama Jasa Marga, kami tentu terbuka untuk mendengarkan dan mendukung. Semoga pengalaman ini dapat menjadi bekal bagi mereka untuk menjadi pemimpin BUMN yang adaptif, dekat dengan kebutuhan masyarakat, dan mampu memberikan kontribusi nyata,” tutup Rivan. (gud)
Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel


