![]() |
| Pemasangan alat pengaman instalasi listrik warga. Gambar Ilustrasi. |
Menurutnya, insiden kebakaran sering kali disebabkan oleh kelalaian atau ketidaksengajaan. Berdasarkan pengamatannya, ada dua faktor krusial yang memerlukan perhatian serius untuk menekan angka kebakaran di ibu kota, yakni korsleting listrik dan penggunaan gas yang tidak aman.
Manuara menilai Pemprov DKI perlu melakukan kajian menyeluruh guna mengidentifikasi akar penyebab tingginya kasus kebakaran di kawasan permukiman kumuh. Hasil kajian ini nantinya diharapkan menjadi landasan dalam merumuskan langkah pencegahan yang tepat sasaran.
"Saya sedang merumuskan suatu langkah dan akan menyampaikannya kepada Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, khusus untuk penanganan di kawasan kumuh," kata Manuara pada Kamis (15/10/2026).
Ia mengusulkan agar Pemprov DKI mempertimbangkan pemasangan alat pengaman tambahan pada instalasi listrik rumah warga. Alat tersebut, jelas Manuara, berfungsi serupa dengan Miniature Circuit Breaker (MCB) atau pemutus sirkuit yang mampu memutus aliran listrik secara otomatis saat terjadi gangguan seperti korsleting atau kelebihan beban (overload), sehingga risiko kebakaran dapat diminimalisir.
Manuara menilai usulan ini perlu dibahas bersama PT PLN (Persero) untuk memastikan penerapannya sesuai dengan standar keselamatan instalasi listrik. Ia juga mendorong Dinas Gulkarmat DKI Jakarta untuk melakukan kajian pada tahun 2027 sebagai dasar penyusunan dan penerapan langkah pencegahan tersebut.
"Upaya ini penting mengingat Jakarta masih memiliki hampir 200 rukun warga (RW) kumuh. Sebagian warga di kawasan tersebut merupakan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang membutuhkan dukungan pemerintah untuk meningkatkan keamanan tempat tinggal mereka," jelasnya.
Meski demikian, Manuara menegaskan bahwa pemasangan alat pengaman bukanlah satu-satunya solusi untuk mencegah kebakaran. Kepatuhan terhadap standar keselamatan instalasi listrik dan perilaku masyarakat yang berhati-hati tetap menjadi faktor penting.
Ia juga berencana melibatkan Lembaga Teknologi Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) dalam kajian akademik terkait persoalan tersebut. Kajian ini diharapkan dapat memetakan penyebab kebakaran di kawasan permukiman kumuh sekaligus menghasilkan rekomendasi pencegahan yang dapat diterapkan Pemprov DKI.
"Kita harus bantu, ini rakyat kita juga. Bagaimana kalau alat ini disosialisasikan kepada mereka dan dipasang di rumah untuk mencegah kebakaran akibat korsleting listrik," tandasnya. (rtm)
Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel


