‎Sabet Juara 1 Cerdas Cermat HAM 2026, Siswa SMPN 66 Bandung Bakal Jadi Duta HAM Jabar - Prakata.com | Kata-kata Dalam Berita
tRbFFwIJXCPvDkjdZ6hw7BrVzKSmv3z6tIDMFXHn
Bookmark

‎Sabet Juara 1 Cerdas Cermat HAM 2026, Siswa SMPN 66 Bandung Bakal Jadi Duta HAM Jabar

Para pemenang Lomba Cerdas Cermat Hak Asasi Manusia (HAM) Tingkat SMP Kota Bandung Tahun 2026.
Prakata.com – SMP Negeri 66 Bandung berhasil keluar sebagai juara pertama dalam Lomba Cerdas Cermat Hak Asasi Manusia (HAM) Tingkat SMP Kota Bandung Tahun 2026. Kompetisi ini berlangsung di Hotel Mutiara Convention Bandung pada Senin (28/9/2026).
‎
‎Tim SMPN 66 Bandung yang terdiri dari Farrel Faqih Haniebu, Habib Zaffar, dan Tifanny Aurel Severyns sukses mengalahkan sembilan SMP Negeri lainnya. Mereka melewati tiga tahap perlombaan, yaitu dua babak penyisihan dan satu babak final.
‎
‎Lomba Cerdas Cermat HAM tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ketujuh. Kegiatan ini digelar bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Bandung sebagai sarana untuk memperkenalkan dan menanamkan nilai-nilai HAM kepada para peserta didik sejak dini.
‎
‎Puja Suryaningrat, perwakilan Bagian Hukum Kota Bandung, menyampaikan bahwa lomba ini tidak hanya bertujuan memperdalam pemahaman siswa tentang HAM. Lebih dari itu, kegiatan ini juga mendorong siswa untuk memahami hak dan kewajiban mereka serta menghargai hak orang lain. Pemahaman tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah pencegahan perundungan di sekolah.
‎
‎"Kita berharap dengan adanya Lomba Cerdas Cermat HAM ini, siswa bisa memahami kenapa kita harus menjunjung tinggi nilai-nilai HAM. Mereka juga tahu hak dan kewajibannya masing-masing," ujarnya.
‎
‎Sebagai kelanjutan dari perlombaan, ketiga siswa SMPN 66 Bandung yang meraih juara pertama akan diangkat sebagai Duta HAM Kota Bandung oleh Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat.
‎
‎Keberhasilan SMPN 66 Bandung tidak lepas dari persiapan intensif yang dilakukan. Guru pembimbing, Hermi Nurmalasari dan Eti Rohaeti, menjelaskan bahwa persiapan dimulai dengan sosialisasi dan pembentukan tim. Setelah itu, para siswa mendapat pendampingan belajar tambahan selama satu jam setiap pulang sekolah hingga hari perlombaan tiba.
‎
‎"Setiap pulang sekolah kami sempatkan satu jam untuk belajar bersama. Kami terus mendampingi dan memberikan support sampai hari perlombaan," kata Hermi.
‎
‎Para siswa juga membagi materi berdasarkan jenis soal setelah sebelumnya mempelajari seluruh materi HAM secara bersama-sama. Habib mengaku sempat ragu bisa meraih juara pertama karena awalnya hanya menargetkan posisi kedua atau ketiga.
‎
‎Tifanny, salah satu anggota tim, mengaku kembali memperkuat hafalan materi setelah timnya lolos ke babak final. Menurutnya, persiapan itu membuatnya lebih percaya diri saat menghadapi babak penentuan.
‎
‎"Pas masuk final jadi lebih santai dan lebih tahu. Jadi senang banget pas tahu juara satu," ujar Tifanny.
‎
‎Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan tidak hanya mampu memahami materi HAM untuk keperluan lomba. Mereka juga diharapkan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghormati guru, menghargai teman, serta menghormati perbedaan. (Zen)

Ikuti Berita Terbaru di WhatsApp Channel